HomeCelotehErdoğan, Anak ‘Nakal’ di NATO?

Erdoğan, Anak ‘Nakal’ di NATO?

Kecil Besar

Meski Amerika Serikat (AS) mendukung wacana bergabungnya Finlandia dan Swedia ke North Atlantic Treaty Organization (NATO), pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan di Turki terus menolak rencana tersebut. Mengapa Turki lantas berani menentang hal ini?


PinterPolitik.com

Rencana bergabungnya Finlandia dan Swedia ke North Atlantic Treaty Organization (NATO) ternyata disambut baik oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Presiden AS ke-46 ini bahkan memerintahkan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan Kongres AS tentang persetujuan keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO. 

Meski demikian, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan tetap bersikeras bahwa negaranya tidak akan setuju apabila dua negara tersebut masuk menjadi anggota NATO. Wah, kok Erdoğan berani banget ya mengambil sebuah keputusan yang berbeda – apalagi berbeda dari negeri Paman Sam?

Hmm, ternyata hal ini tidak lepas dari posisi atau peran Turki yang cukup esensial bagi NATO. Tidak heran jika Turki berani untuk mengambil sisi yang berlawanan dengan AS dan NATO. 

Dalam artikel PinterPolitik.com yang berjudul Erdoğan, Kuda Troya Penghancur NATO, dijelaskan bahwa posisi Turki cukup krusial karena memiliki pengaruh geopolitik yang tinggi – seperti kekuatan militer yang mumpuni dan letak geografis Turki yang strategis untuk menangkal potensi ancaman dari Iran. 

Kondisi ini tentu menjadi daya tawar bagi Turki untuk menekan NATO supaya keinginannya bisa tercapai. Alhasil, sepertinya tidak mudah jika kedua negara tersebut bergabung tanpa adanya persetujuan dari Turki – mengingat, Pasal 10 Perjanjian Atlantik Utara menegaskan jika ada negara yang ingin masuk sebagai anggota harus mendapat persetujuan dari 30 negara secara utuh atau bulat. 

Beberapa indikator inilah yang akhirnya membuat Finlandia dan Swedia harus ‘membujuk’ Turki agar bisa segera menjadi anggota NATO. Kabarnya, kedua negara tersebut sudah merencanakan untuk melakukan negosiasi dengan Turki dengan mengirimkan delegasinya ke Ankara. Harapannya, Turki bisa melunak dan memberikan persetujuannya terhadap keanggotaan Swedia dan Finlandia di NATO. 

Erdogan Gertak NATO

Well, dinamika ini memperlihatkan jika Turki sejatinya tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki kekuatan daya tawar yang tinggi khususnya bagi NATO. Sepertinya, Turki bisa dianalogikan seperti karakter Tony Stark di dalam film Avengers

Pada sebuah film layar lebar yang berjudul Captain America: Civil War menceritakan perselisihan antara Tony Stark dan Steve Rogers. Namun, sebetulnya, apabila dilihat secara keseluruhan, keduanya memang tidak akur lho – terutama karena Tony mengetahui ayahnya, Howard Stark, tewas karena dibunuh oleh teman baik Steve Rogers, Bucky Barnes.

Awalnya, Steve menyembunyikan hal tersebut tetapi akhirnya fakta itu terkuak hingga Tony akhirnya marah kepada Steve. Perselisihan lain terus berkelanjutan hingga muncul ketidakpercayaan Steve terhadap Tony ketika membuat robot bernama Ultron karena pada akhirnya robot tersebut justru menjadi jahat. Puncak pertikaian berlangsung ketika Steve ternyata lebih memilih membela Bucky daripada Tony.

Nah, Erdoğan bisa dianalogikan seperti Tony Stark yang banyak maunya karena merasa dirinya penting di Avengers. Sementara, Steve Rogers atau Captain America biasa dianalogikan sebagai Joe Biden-nya AS yang sejatinya tidak memiliki hubungan baik dengan Erdoğan. 

Well, kalau melihat hal ini, apakah Turki-nya Erdoğan akan marah dan terus menjadi anggota yang ‘nakal’ jika AS dan NATO lebih memilih Finlandia dan Swedia masuk ke NATO? Perkembangan terkait isu ini menarik untuk diikuti lebih lanjut. (G69).


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Mencari Jejak Cak Imin

“Where'd you go? I miss you so. Seems like it's been forever that you've been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar...

More Stories

Surya Paloh Cemburu ke Prabowo?

NasDem persoalkan komentar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena dukung Anies di 2024. PDIP dianggap beda sikap bila terhadap Prabowo.

Airlangga Abaikan Giring?

PSI telah mendeklarasikan akan mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Mengapa Giring belum juga tawarkan Ganjar ke Airlangga?

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.