HomeCelotehPDIP Cari Apa di BUMN?

PDIP Cari Apa di BUMN?

Kecil Besar

“Dalam penempatan jabatan strategis sebagai komisaris misalnya, jumlah kader PDIP paling sedikit dibanding partai lain. Keputusan otoritas menteri kami terima”. – Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP


PinterPolitik.com

Kementerian BUMN emang selalu jadi sorotan. Bukannya gimana-gimana ya, posisi di pucuk teratas kementerian yang satu ini dianggap sangat strategis karena menguasai ratusan perusahaan pelat merah dengan total aset mencapai Rp 8 ribu triliun! Iyess, angka 8 dengan 15 nol di belakangnya.

Makanya, kursi Menteri BUMN akan pasti selalu dihantui angin ribut dari mana-mana. Salah satu yang akhir-akhir ini jadi pergunjingan publik adalah “benturan” yang terus terjadi antara PDIP dengan Menteri BUMN. Bukan hanya dengan Erick Thohir yang saat ini duduk di kursi itu loh, tapi sudah terjadi sejak orang nomor satu di Kementerian BUMN diduduki oleh Rini Soemarno di periode sebelumnya.

PDIP emang terlihat sangat keras kalau bicara soal kementerian BUMN. Di era Rini, sang menteri itu sempat diboikot sidang ke DPR. Selain itu, PDIP jugalah yang berulang kali mendesak agar Presiden Jokowi mereshuffle Rini dari posisinya.

Dengan bahasa yang berbeda, benturan itu kini terjadi lagi dengan Erick Thohir. Pada pertengahan Juli 2020 lalu misalnya, Politikus PDIP Adian Napitupulu sempat menyerang Erick dengan persoalan utang BUMN yang dianggap sudah terlalu besar.

Sampai sekarang pun Adian masih juga melemparkan “tinju-tinjunya” ke Erick – katakanlah ketika ikut mengomentari polemik adanya menteri di kabinet Presiden Jokowi yang sedang melakukan pencitraan untuk Pilpres 2024.

Makanya, banyak yang bertanya: sebenarnya apa sih yang dicari oleh PDIP di Kementerian BUMN?

Well, nggak perlu IQ 200 untuk tahu jawabannya ya. Jelas semuanya berkaitan dengan perebutan posisi di pucuk-pucuk perusahaan-perusahaan milik negara yang menjadi tanggungjawab BUMN. Posisi komisaris BUMN misalnya, adalah posisi yang jadi incaran oleh banyak pihak.

Baca juga :  The One-Man Band

Sayangnya, sejak era Rini dan hingga sekarang di era Erick, PDIP merasa tak banyak kadernya yang mendapatkan jatah untuk posisi-posisi tersebut. Malah, yang paling banyak duduk di posisi-posisi itu adalah relawan dan pendukung Jokowi yang berasal dari luar partai.

Konteks yang terakhir itu sempat diulas loh sama media asal Hong Kong, South China Morning Post (SCMP) beberapa hari lalu dalam tajuk tuduhan “Little Soeharto” pada Jokowi. Wih, pedas men bahasannya.

Hmm, intinya jika sebelumnya banyak orang berharap dengan terpilihnya Erick sebagai Menteri BUMN setidaknya bisa mengurangi tensi yang sebelumnya terjadi antara PDIP dengan Rini Soemarno, ternyata yang terjadi justru sama saja.

Ibaratnya kayak meme “Hold My Beer”, Erick nggak mau kalah nih dengan apa yang telah dilakukan oleh Rini sebelumnya. Jika demikian, sampai kapan pertentangan yang seperti ini akan terus terjadi ya? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)


Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Mencari Jejak Cak Imin

“Where'd you go? I miss you so. Seems like it's been forever that you've been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...