HomeCelotehInikah “Jebakan Batman” ala Jokowi?

Inikah “Jebakan Batman” ala Jokowi?

Kecil Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan agar pelayanan publik dapat ditingkatkan. Apakah ini “jebakan Batman”?


PinterPolitik.com

Dalam sebuah demokrasi, suara masyarakat pasti selalu dianggap penting. Dengan aspirasi tersebut, jalannya pemerintah akhirnya dapat ditentukan berdasarkan kepentingan masyarakat secara luas.

Biasanya sih, dalam sebuah demokrasi, kebebasan berekspresi dan berpendapat juga di-uphold lho. Akhirnya, diskursus di ruang publik pun dapat melibatkan suara dari berbagai kelompok yang juga bisa menjadi masukan bagi pemerintah.

Nah, bukan nggak mungkin Indonesia juga perlu menerapkan ini. Dengan melibatkan suara-suara masyarakat – termasuk kritik, jalannya pemerintahan Indonesia diharapkan juga dapat lebih baik dan menjunjung kepentingan bersama.

Sinyal akan pentingnya kritik ini sempat diungkapkan lho oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kegiatan Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Pak Jokowi disebut berpidato dan mengajak masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan apabila terjadi potensi maladministrasi – sehingga pelayanan publik di Indonesia dapat menjadi berkualitas.

Pernyataan Pak Jokowi ini pun mendapatkan banyak tanggapan lho. Para warganet, misalnya, justru terlihat mempertanyakan pernyataan tersebut karena, akhir-akhir ini, kebebasan berpendapat di Indonesia disebut makin terbatas.

Tidak hanya masyarakat umum, komika kondang Bintang Emon juga ikutan komentar lho. “UU ITE: Assalamualaikum,” tulis Bintang Emon dalam cuitan di akun Twitter miliknya.

Waduh, soalnya nih, banyak yang bilang kalau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memiliki banyak pasal karet. Bahkan nih, ada yang bilang kalau UU ITE ini kerap digunakan untuk menyasar mereka-mereka yang kerap melontarkan kritik lho.

Baca Juga: Paradoks Keinginan Kritik Jokowi

Jokowi Mau Depak Tiongkok

Wah, apa jangan-jangan ini merupakan jebakan Batman ya? Setelah diajak kritik, bisa-bisa pemberi kritik malah terperangkap dan terjerat pasal-pasal yang mudah melar itu. Hehe.

Tapi nih, uniknya, jebakan Batman ini sebenarnya nggak hanya ada di UU ITE lho. Justru nih, jebakan Batman yang dianggap sering akhir-akhir ini adalah perangkap serbuan para pegiat media sosial (medsos) – alias buzzer – lhoUppss.

Apalagi nih, beberapa waktu lalu, ada seorang politikus senior PDIP yang akhirnya mengeluhkan tingkah laku para buzzer ini lho. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie menyebutkan bahwa pengkritik di masa-masa ini menjadi takut akibat caci maki yang biasa dilakukan para pegiat medsos lho.

Hmm, kalau nggak percaya, coba tanya aja ke tokoh Papua Natalius Pigai. Pak Pigai beberapa waktu lalu sampai-sampai mendapat perlakuan rasis lho dari sejumlah pegiat medsos. Waduh, tahun 2021 masa masih ada perilaku rasis gitu?

Ya, terlepas dari itu semua, pernyataan Pak Jokowi tadi belum tentu berfungsi sebagai jebakan ya, gengs. Sebenarnya, biasa kok kalau seorang pejabat mengatakan hal-hal yang baik ketika menghadiri sebuah kegiatan yang diadakan oleh lembaga atau organisasi lain.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Bisa jadi, pernyataan dalam pidato Pak Jokowi itu adalah template umum yang kerap digunakan dalam pidato tamu. Lagipula, yang dimaksud Pak Presiden kan soal kritik yang ditujukan untuk pelayanan publik. Ya, semoga aja pelayanan publik dapat ditingkatkan sehingga kepentingan bersama masyarakat dapat dipenuhi. (A43)

Baca Juga: Skak, Jokowi Kalahkah Surya Paloh?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Mencari Jejak Cak Imin

“Where'd you go? I miss you so. Seems like it's been forever that you've been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

More Stories

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?

Najwa Shihab dan Kebangkitan Gossip-cracy

Najwa Shihab diam soal aksi 12 Juni, lalu dituding "antek". Benarkah publik sedang salah alamat dalam menagih pertanggungjawaban?

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?