Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Mundurnya Mahfud MD dari posisi Menko Polhukam yang diikuti resignnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Komisaris Utama Pertamina kiranya bukan persoalan etika. Saat dilakukan di tengah proses politik, impresi yang ditimbulkan agaknya juga tak dapat dilepaskan dari kemanfaatan yang lebih besar di ranah kepentingan politik.
Pasca mundurnya Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), isu akan adanya menteri lain yang akan menyusul untuk mundur kembali mencuat. Hal ini disinyalir sebagai upaya mendelegitimasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Benarkah demikian?
Ada wacana baru nih dari Inggris untuk Palestina
Menteri Luar Negeri (Menlu) Britania (Inggris) Raya David Cameron membuka kemungkinan agar negaranya bisa mengakui Palestina sebagai...
Negara juga bisa kena penyakit lho
Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas menyebutkan bahwa Indonesia terjangkit suatu penyakit yang disebut sebagai Dutch Disease.
Sederhananya,...