HomeTrending

Trending

Jedar-Jedor Trio Kancil Politik

Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.

Utang yang Berbunyi Renminbi

Ayu Ting Ting, “Sambalado-isasi” Depok?

Diplomasi Intelijen di Balik Kunjungan FBI?

Karisma Tanpa Institusi: Sebuah Studi Kasus

Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #22PinterPolitik.com Pada malam Sabtu, dua Mei...

TNI AD “Kawah Candradimuka” Negarawan Indonesia

Dengarkan artikel ini: Tiga presiden, puluhan menteri, ratusan gubernur lahir dari satu institusi yang sama. Bukan universitas, bukan partai politik. Angkatan Darat masih menjadi "rahim"...

Dari Diana, Moana, ke Tjoanda

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda jadi gubernur No. 1 versi anak muda. Mungkinkah Sherly adalah gubernur arketipe semacam princess Disney?

Djaka: Orang Tepat, Masa Tepat?

Pada 27 April 2026, sebuah Learjet 55 bernomor registrasi N117LR bersiap lepas landas dari apron Halim Perdanakusuma. Di dalam ruang kargonya: 190,56 kilogram emas senilai Rp502 miliar — tanpa satu pun dokumen ekspor yang sah. Penindakan itu menjadi yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Tapi yang lebih menarik dari rekornya bukan angkanya — melainkan cara negara membacanya.

Battlefield is Dead, Welcome to MindField.

Dengarkan artikel ini: Selama dua abad, kita membangun seluruh pemahaman tentang perang di atas satu asumsi: bahwa kekuatan mengalir dari kekuatan fisik. Asumsi itu...

More Stories