Dengarkan artikel ini:
Selama dua abad, kita membangun seluruh pemahaman tentang perang di atas satu asumsi: bahwa kekuatan mengalir dari kekuatan fisik. Asumsi itu...
Pergantian sejumlah Dirjen di kementerian strategis bukan sekadar mutasi birokrasi. Di balik reposisi senyap itu, tersimpan pertarungan lebih besar: siapa sebenarnya yang mengendalikan negara—menteri hasil demokrasi atau jejaring administratif yang bertahan melampaui rezim? “Bedol Dirjen” mungkin bukan soal jabatan, melainkan perebutan cara negara berpikir.
Ketika seorang menteri merespons tragedi kereta yang menewaskan 16 orang dengan mengusulkan pemindahan gerbong perempuan — bukan memperbaiki perlintasan — kita bukan hanya sedang menghadapi masalah kebijakan. Kita juga menghadapi masalah berpikir. Solusinya: filsafat. Sayangnya kelas filsafat belum diwajibkan di level pendidikan menengah atas. Bahkan, di level perguruan tinggi, prodinya mau dimatikan! Weh!
Dengarkan artikel ini:
Ratusan miliar rupiah mengalir setiap tahun dari kantong rakyat ke mesin kaderisasi partai, tanpa ada yang diwajibkan membuktikan uang itu benar-benar dipakai...