Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Pengaruh terbesar seorang perwira kadang baru terasa setelah seragamnya dilepas. Menariknya, seragam dengan bintang tiga di pundak atau kerah yang bukan tanda batas akhir karier. Sebagai penanda kematangan yang paling cair untuk dikonversi menjadi kekuasaan baru. Mengapa demikian?
Audio dibuat menggunakan AI.
Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis
KATA PEMRED #25PinterPolitik.com
Pada Oktober 2024, ketika Prabowo Subianto mengucapkan...
Di balik nyanyi bersama lagu nasional dan lagu rakyat bersama Presiden, tersimpan transformasi besar politik Indonesia menuju politik afeksi dan simbol persatuan yang nyata. Musik, emosi kolektif, dan budaya populer menjadi instrumen baru membangun legitimasi, rekonsiliasi sosial, sekaligus citra kepemimpinan dalam era demokrasi digital yang semakin performatif dan cair.
Ketika seorang mantan pengkritik keras masuk ke dalam kabinet yang diisi wajah-wajah lama, pertanyaannya bukan soal apa yang akan dia lakukan — melainkan apa yang tidak lagi bisa dilakukan orang lain di sekitarnya.