HomeTrending

Trending

Jedar-Jedor Trio Kancil Politik

Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.

Utang yang Berbunyi Renminbi

Ayu Ting Ting, “Sambalado-isasi” Depok?

Diplomasi Intelijen di Balik Kunjungan FBI?

Pertanyaan yang Membuat Tetangga Diam

Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #24PinterPolitik.com Pagi di Cebu, kabut tipis...

“META” Pilpres Baru: Pick Cawapres Agresif!

Satu dekade matahari tunggal sudah cukup. Publik menuntut Cawapres yang sama aktif seperti Capresnya. Sekarang, publik mulai menagih tim yang solid.

Tukar-Menukar Kutukan

Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #23PinterPolitik.com Pada Selasa, 5 Mei 2026,...

The (Un)Shonen Way of Kaesang?

Tiga krisis menghantam PSI dalam 72 jam. Apakah Kaesang protagonis atau sekadar pewaris cerita orang lain?

Jebakan Narco-Politics ala Pablo

Selama ini kita mengira narco-politics adalah soal kartel yang menyerang negara. Marco Alcocer, peneliti Harvard yang menghabiskan kariernya memetakan jaringan kartel Meksiko, melihat sesuatu yang jauh lebih menggelisahkan: justru negara yang menyediakan tanah subur bagi kartel untuk tumbuh. Apakah Pablo telah mati? Pablo telah hidup dalam bentuk pemikiran politik di kepala Kartel.

More Stories