Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Gunungan uang sitaan Kejaksaan Agung bukan sekadar pajangan perkara korupsi. Ia adalah simbol politik visual tentang bagaimana negara modern membangun legitimasi di era media sosial. Di tengah publik yang skeptis terhadap hukum, negara kini tidak hanya dituntut bekerja, tetapi juga menunjukkan pekerjaannya secara konkret dan emosional.
Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden Prabowo ini kini disorot bukan karena gagasannya, melainkan pengadaan barangnya. Mesin cuci senilai Rp 2,9 miliar, kompor Rp 4,3 miliar, hingga bingkai foto presiden Rp 4,1 miliar memantik kecurigaan publik soal selisih harga antara e-katalog dan harga pasar. Dua pejabat Kemensos pun dicopot sementara. Narasi "pemborosan" menguat, menenggelamkan substansi program itu sendiri.
Audio dibuat menggunakan AI.
Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis
KATA PEMRED #26PinterPolitik.com
Sore yang dingin di Anchorage, 12 Mei...
Pramono mengubah 109 tiang monorel yang mangkrak 20 tahun di Rasuna Said menjadi simbol politik. Pembongkaran dimulai Januari 2026, lalu pada 10 Mei 2026 ia menggelar CFD perdana sebelum kawasan rampung. "Saya sengaja mengundang ketika belum selesai," akunya — mengubah proses pembangunan menjadi tontonan yang menegaskan warisannya sebagai gubernur yang membersihkan luka lama kota.