HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Parpol Kecil Bendung Radikalisasi

Maraknya gerakan radikalisasi saat ini membuat prihatin banyak pihak, termasuk partai-partai politik. Demi membendung kelompok radikal tersebut, PNI Marhaenisme berinisiatif melakukan konsolidasi partai-partai politik...

Waktunya Restrukturisasi Komnas HAM

Sebagai lembaga pembela hak asasi manusia, Komnas HAM seolah kehilangan giginya selama beberapa tahun terakhir. Reputasi dan kinerjanya pun dinilai semakin menurun, ada apa...

Aral Menghadang Janji Anti Reklamasi

Janji tidak melanjutkan reklamasi, walaupun Anies-Sandi ada niatan, bukan berarti tak ada aral menghadang. PinterPolitik.com Siang hari itu cukup terik di Jakarta namun hal itu urung...

Polisi Jadi Target Teror?

Aksi-aksi teroris belakangan ini semakin sering menjadikan polisi sebagai target penyerangan. Dalam sepekan terakhir, ada 2 kasus penyerangan terhadap polisi. Mengapa aksi-aksi tersebut semakin...

Nurul Arifin Untuk Bandung

Pilkada Bandung tahun depan, sepertinya akan dimeriahkan dengan beberapa kandidat artis. Setelah Farhan yang mengungkapkan diri akan maju sebagai calon walikota, kini Nurul Arifin...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah