HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Manuver Gerindra di Pansus Angket KPK

Aksi Gerindra dalam Pansus Angket KPK sungguh menarik. Awalnya sempat bergabung, kini malah memilih mundur. Ada apa gerangan? PinterPolitik.com Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Politik Dalam...

Setnov Tersangka: Déjà Vu Buloggate II?

Kasus buloggate yang menjerat Akbar Tandjung memang berakhir dengan pengabulan kasasi di Mahkamah Agung. Akbar Tandjung bebas. Namun, pasca kasus tersebut, Golkar mulai mengalami...

Asinnya Politik Garam

Ironis, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan langka dan mahalnya harga garam saat ini. Mengapa negeri kaya ini bisa krisis garam, ulah siapa, siapa...

Menunggu Perombakan Kabinet

Kabar Presiden Jokowi akan melakukan perombakan kabinet sudah santer terdengar sejak lama, namun masih belum juga terbukti hingga kini. PinterPolitik.com Berbagai peristiwa politik belakangan ini, menciptakan...

Trotoar adalah haknya pejalan kaki

“Trotoar adalah haknya pejalan kaki, tidak ada satu pun haknya pengendara motor itu bisa berkendara di atas trotoar. Amanahnya diemban oleh kepolisian dan Kementerian...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?