HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Manuver Emil Kacaukan Golkar?

Hingga saat ini, Ridwan Kamil masih sibuk mencari dukungan. Namun manuvernya kali ini mengacaukan Partai Golkar. Apa pasal? PinterPolitik.com Walaupun telah mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur...

Politik Dua Kaki PAN

Sejak bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK dan diberi jatah satu jabatan menteri di Kabinet Kerja, PAN justru banyak bersikap kontra dengan kebijakan...

Simpang Siur Suara Yusril

Heboh, kata Yusril, Jokowi sudah bisa digulingkan dari jabatan presidennya karena besarnya utang negara sudah melebihi batas yang ditentukan. Usut punya usut, pernyataan tersebut...

Peluang Prabowo-AHY di 2019

Pertemuan antara Gerindra dan Demokrat belakangan menyedot banyak perhatian. Akankah Agus Harimurti Yudhoyono berada di sisi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 nanti? PinterPolitik.com Pertemuan pimpinan Partai...

Teknokrasi Militer Ala Jokowi

“Dibutuhkan darah dan otak untuk memenangkan perang.”~ George S. Patton PinterPolitik.com Saat berperang, kita tak hanya membutuhkan darah muda yang bergolak penuh semangat tapi juga otak...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?