HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Koleksi Jenderal Jokowi: TNI vs Polri?

Ada indikasi bahwa Jokowi akan menghadapi serbuan jenderal Polri di 2019. Langkah Jokowi mengumpulkan jenderal TNI di lingkarannya bisa menjadi kekuatan menangkal kondisi tersebut. PinterPolitik.com Jokowi...

Harapan KPK Kandas?

KPK berharap diberi kewenangan untuk ikut mengawasi korupsi di sektor swasta, tapi harapan itu sepertinya harus kandas sebelum berkembang. PinterPolitik.com “Yang ada saja banyak yang enggak...

Shifting Paradigm of Kompas Gramedia?

Harian Kompas merupakan salah satu media utama yang mengangkat kasus gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua ke permukaan. Bagi yang mengenal karakter pemberitaan Kompas,...

Walikota Tegal Ahli Rekayasa

“Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!” PinterPolitik.com Kasus...

Golkar Tak Mati Suri Lagi?

Elektabilitas Golkar dinilai naik lagi setelah berganti ketua. Golkar makin kuat setelah dihantam kasus e-KTP? PinterPolitik.com “setiap orang, ada masanya. Setiap masa, ada orangnya” (anonim) Partai Golkar merupakan...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?