Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.
“Hanya ada dua pilihan: menjadi apatis atau mengikuti arus. Tapi, aku memilih untuk jadi manusia merdeka.” ~ Soe Hok Gie
PinterPolitik.com
Nama pengisi kekosongan kursi calon...
“Pak Gubernur tadi on the way ke sini, tapi info dari otoritas pelabuhan cuaca sedang tidak bersahabat. Pelayaran menuju Kepulauan Seribu tidak bisa dilaksanakan....
“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.”
PinterPolitik.com
Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...
Rusia seringkali tidak memberi syarat seberat AS dalam menjalin kerja sama pertahanan.
PinterPolitik.com
Demam “Russophobic (fobia Rusia)” tampak menyelimuti sebagian besar negara-negara dunia. Banyak negara-negara di...
"Penyumbang dana kampanye harus beridentitas. Kalau nggak mau (mencantumkan identitas lengkap), berarti (dana tersebut) harus disetor ke kas negara." ~ Komisioner KPU, Hasyim Asyari.
PinterPolitik.com
Bagi...