HomeCelotehKPU Haramkan Hamba Allah?

KPU Haramkan Hamba Allah?

“Penyumbang dana kampanye harus beridentitas. Kalau nggak mau (mencantumkan identitas lengkap), berarti (dana tersebut) harus disetor ke kas negara.” ~ Komisioner KPU, Hasyim Asyari.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agi kalian umat Muslim pasti sering mendengar kata Hamba Allah disebutkan sebagai pengganti nama pemberi sumbangan dalam sebuah kegiatan. Penggunaan nama Hamba Allah ini dimaksudkan untuk menghindari sifat Riya saat umat Muslim beramal. Prinsip sederhananya sih, seperti tangan kanan memberi, tapi tangan kiri tak perlu tahu. Tsadeest.

Tapi beda agama, beda politik loh ya. Gak semua unsur normatif dalam agama bisa ditarik keberbagai hal. Seperti halnya pandangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang sumbangan dana kampanye tanpa nama, alias anonim. KPU ingin setiap uang terkait kampanye dapat teridentifikasi. Penamaan Hamba Allah termasuk kategori anonim oleh KPU.

Dalam gelaran Pemilu 2019 nanti, KPU akan melarang praktek menyumbang dengan hanya menggunakan inisial Hamba Allah saja. Dengan begitu, KPU juga melarang calon presiden untuk menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang tidak menyertakan identitas secara lengkap. Ya biar transparan, akuntabilitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apa berarti KPU gak menghargai ajaran agam Islam? Eits tunggu dulu, jangan buru-buru kebakaran jenggot dulu Gan. Nanti bablas loh kayak kasus penistaan agama yang waktu itu. Kepleset sedikit, diplintir-plintir, dikasih aneka bumbu, digoreng berkali-kali, jadi deh kesimpulan ‘penistaan agama’. Gak-gak yang satu ini murni untuk kebaikan kok. Cius, eike berani sumpah.

Menyumbang dana kampanye secara anonim tidak diperbolehkan, karena adanya prinsip akuntabilitas dan transparansi. Jadi si penyumbang harus memiliki identitas yang jelas, seperti tertuang dalam Pasal 8 PKPU Nomor 5 tahun 2017. Dan kalau masih nekat menyumbang tapi pakai nama Hamba Allah, mmm, ya terpaksa uangnya dialihkan masuk ke kas negara, ckckckck.

Sepertinya nih ya, KPU mengkhawatirkan mekanisme penyumbang atas nama Hamba Allah karena sangat rawan akan upaya pencucian uang. Ya udah lah ya, apa susahnya sih ngikutin peraturan KPU tentang dana kampanye. Jadi lebih baik mempertanggungjawabkan di depan manusia. Kalau si penyumbang masih suka ngarang identitas, nanti diminta pertanggungjawabannya loh sama Allah. Nah loh, berani emangnya? (K16)

Baca juga :  Erick Thohir Adalah Politisi Introvert?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Ridwan Kamil Ikuti Jokowi?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah bergabung ke Golkar. Namun, ide menarik mencuat. RK disarankan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

Prabowo Punya Sahabat yang Loyal?

Prabowo Subianto akhir-akhir ini unggah foto bersama sahabat lamanya. Siapa sebenarnya sosok Sjafrie Samsoeddin yang muncul di IG Prabowo?

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Jokowi Jadi Ketum PSSI?

Coach Justin sebut sosok penyelamat dunia sepak bola Indonesia adalah RI-1. Apakah ini artinya Jokowi perlu rangkap jabatan Ketum PSSI?

Gibran Punya Mimpi ala Coachella?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikabarkan ingin jadikan Solo kota konser. Apakah Gibran punya mimpi jadikan Solo ala Coachella?

Ronaldo-Messi Belajar ke Jokowi-Prabowo?

Dua pemain sepak bola rival, Ronaldo dan Messi, berpelukan di pertandingan PSG vs Riyadh All Stars. Apakah mereka tiru Jokowi dan Prabowo?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...