HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Ambang Batas, Jebakan Presidensial

Untuk kedua kalinya, UU Pemilu terkait penetapan ambang batas presiden (Presidential Threshold) digugat ke MK. Sebetulnya, mengapa harus ada ambang batas? PinterPolitik.com “Demokrasi timbul dari pemikiran...

Nyinyir Fadli Menohok PSI

"Anda urus partai sendiri aja, belum tentu lolos PT. Demokrasi memang berat, perlu sabar, dedikasi, kerja keras dan keberpihakan pada rakyat bukan cukong," ~...

Caper PKS Pada Prabowo

"Kritik Pak Prabowo punya fakta yang kuat. Target tujuh persen pertumbuhan ekonomi tidak tercapai. Malah hutang yang meningkat plus proyek infrastruktur yang tidak berdampak...

Siapa Mau JK-AHY?

"JK-AHY ini salah satu opsi yang sedang Demokrat pikirkan untuk Koalisi Kerakyatan. Ini pasangan ideal," ~Jansen Sitindaon, Ketua DPP Demokrat PinterPolitik.com Pemimpin tua atau pemimpin muda?...

Tjahjo Kumolo ‘Susah Sinyal’

"Jangan minta maaf kalau kamu tidak benar-benar tulus." - Film 'Susah Sinyal' PinterPolitik.com Siapa yang tak kenal Komjen Pol. Iriawan yang kini telah naik pangkat dan...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?