Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
"Ku telah terlampau lelah, berilah aku waktu sesaat. Untuk membasuh luka, untuk membasuh jiwa agar suci lagi. Meski hanya sehari." ~ Navicula
PinterPolitik.com
Selain Polisi, Tentara...
"Nanti di Pilpres ini yang paling banyak duitnya memang Pak Jokowi. Karena dia incumbent, on going project nya banyak, Itu kasnya banyak. Mereka yang...
"Kami akan diterima kawan-kawan Koalisi Pakatan Harapan. Hubungan baik antar partai politik di dua negara ini menjadi penting untuk mencari titik temu dan kesepahaman...
"Saya kira pertemuan yang sangat intensif semacam ini akan membangun chemistry. (Setidaknya untuk menjajaki) siapa presiden & siapa wakilnya, serta bagaimana format koalisinya," ~...
Jelang Pilkada Serentak yang berlangsung Rabu (27/6), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memperingatkan agar tidak memancing kericuhan melalui isu SARA. Masihkah isu SARA memiliki taring?
PinterPolitik.com
“Kita...