HomeCelotehJokowi Dimodalin Cukong?

Jokowi Dimodalin Cukong?

“Nanti di Pilpres ini yang paling banyak duitnya memang Pak Jokowi. Karena dia incumbent, on going project nya banyak, Itu kasnya banyak. Mereka yang dapat fee itu kan pasti mau nyumbang kepada penguasa,” ~ Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]uys kalian tau gak apa itu kampanye hitam? Nih ya eike kasih tau. Kampanye hitam adalah sebuah upaya untuk merusak atau mempertanyakan reputasi seseorang, dengan mengeluarkan propaganda negatif. Kampanye hitam ini secara alami akan muncul dengan sendirinya di saat kontestan merasa gak bisa cukup bersaing sehat dengan kompetitornya.

Nah, seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Baru-baru ini ia berceloteh mengkritik sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara halus. Ia menilai bahwa Jokowi merupakan capres dengan modal finansial yang mumpuni karena diuntungkan sebagai seorang presiden petahana. Masa sih, mi apa coba?

Fahri menilai, sebagai presiden petahana, Jokowi memiliki keuntungan finansial dari aksesnya terhadap berbagai proyek infrastruktur yang tengah dibangunnya. Bilangnya sih bakalan ada banyak para pengusaha yang menitipkan fee pada Jokowi atas tembusnya proyek APBN. Mmm, uang panas dong itu?

Waduh-waduh, tudingannya gak main-main loh. Emangnya Fahri berbicara atas kapasitasnya sebagai apa sih? Pimpinan DPR? Atau hanya sekedar kader partai oposisi? Harus jelas dung! Karna nanti masyarakat jadi terdistorsi loh dengan pernyataan ambigu Fahri ini. Kan gaswat juga kalau masyarakat salah menilai.

Menurut eike sih, Bang Fahri lagi menggiring opini publik bahwa dukungan finansial Jokowi untuk Pilpres 2019 berasal dari pendanaan yang didapat dari para cukong yang menitipkan kepentingannya dalam proyeknya APBN.  Nah, apa coba ini kalau bukan kampanye negatif terhadap Jokowi menjelang Pilpres?

Baca juga :  NasDem Adalah Partai Main-main?

Daripada pernyataan Fahri gak jelas juntrungannya dan hanya berkesan menyudutkan, mendingan dia menggunakan wewenang yang dimiliki di DPR RI dalam membahas gagasan itu agar ditindaklanjuti dengan konkret. Kalau gak mau ke arah sana, itu mah sama aja kayak ceplas-ceplos menuduh ada korupsi, tapi gak mau ngelaporin ke KPK. Cape deh. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...