HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

PPP Kuasai Pulau Jawa

"Tiga kemenangan ini membuktikan bahwa kader dan pengurus PPP di Pulau Jawa bekerja dengan maksimal selama Pilkada. Kerja mesin partai yang efektif ini akan...

Indonesia local elections sound warning for Widodo

(Originally published in Nikkei Asian Review) Unofficial results from Indonesia’s regional elections hint at declining support for President Joko Widodo, raising the prospect that he...

PSI, Partai “Poco-Poco” Progresif?

Menyebut diri partai progresif, aksi politik PSI belakangan membuat partai tersebut tidak jauh berbeda dibanding partai-partai zaman old yang sering dikritiknya. PSI bahkan terlihat...

Nasib Gerindra Sebagai Partai Post-Democracy

Fenomena Post-Democracy disebut-sebut terjadi pada Partai Gerindra. Bagaimana pengaruhnya? PinterPolitik.com Partai Gerindra adalah sebuah fenomena. Iklan-iklannya di media elektronik begitu mengena di masyarakat. Logo burung garuda...

Mungkinkah Golkar “Selingkuh”?

Jelang pendaftaran Pemilihan Presiden 2019, Partai Demokrat masih berupaya mewujudkan wacana poros ketiga dengan Partai Golkar. Mungkinkah harapan Demokrat terwujud? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kemungkinan, dari...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?