Water canon, batu beterbangan, 3.161 aparat mengepung Senayan. Negara akhirnya merampungkan apa yang gagal dilakukan selama 26 tahun: merebut Hotel Sultan dari tangan keluarga Sutowo. Nilai aset Rp 28,9 triliun — eksekusi perdata terbesar dalam sejarah Indonesia. Bermula dari tipu daya: Ibnu Sutowo membangun hotel pesanan Gubernur Ali Sadikin, bukan atas nama Pertamina, melainkan atas nama PT Indobuildco milik pribadinya.
“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur sulit diperbaiki.” ~ Bung Hatta
PitnerPolitik.com
Sudah pada tahu belum kabar...
“Ada lebih banyak kebijaksanaan di balik tubuhmu daripada di balik filosofi terdalammu.”
PinterPolitik.com
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai program dana kelurahan yang hendak digelontorkan...
“Adalah ambisiku untuk mengatakan dalam sepuluh kalimat apa yang orang lain tulis dalam satu buku.”
PinterPolitik.com
Kata “sontoloyo” adalah sebuah umpatan yang cenderung kasar, baik itu...