HomeTrending
Trending
Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
J61 -
Rahasia Putra Sulawesi Selatan di Ring-1
J61 -
Dominasi putra Sulawesi Selatan di ring-1 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan kebetulan. Berbekal nilai budaya, modal sosial, jejaring lintas rezim, dan reputasi integritas, mereka menembus posisi strategis lintas periode. Kepercayaan ini menjadi “merek politik” yang langgeng di pusat kekuasaan.
DPR: ‘Hedonic Treadmill’ Tak Berujung?
A43 -
Anggota DPR wajib bayar iuran Rp12 juta per bulan meski gaji juga besar. Apakah fenomena ini mencerminkan hedonic treadmill dalam dunia politik?
Imperium Senyap Fiber Optic Jepang?
D74 -
Di tengah riuh persaingan geopolitik Asia-Pasifik, Jepang diam-diam memiliki “imperium senyap” lewat kabel-kabel fiber optic yang melintasi samudra. Dari sinilah mengalir arus data dunia, menjadikan Jepang pusat strategi digital yang tak bisa diabaikan Washington maupun Beijing.
Rahasia Eks Wakil Panglima Makzulkan Gibran?
J61 -
Isu pemakzulan Gibran kembali mencuat lewat forum purnawirawan TNI pimpinan Fachrul Razi. Menariknya, bertepatan dengan kembalinya jabatan Wakil Panglima TNI, posisi yang terakhir kalo dipegang Fachrul. Di balik narasi moral, agaknya tersimpan aroma kepentingan, simbol kekuasaan, dan potensi “invisible hand” yang menguji kohesi politik dan pemerintahan saat ini.
Ambalat: Awas Siasat Anwar?
A43 -
Malaysia mengganti nama Ambalat menjadi Laut Sulawesi. Apakah langkah ini murni soal peta atau ada siasat politik Anwar Ibrahim di baliknya?
