Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Dunia sedang berada di persimpangan sejarah yang krusial. Ketika tatanan liberal Barat mengalami kemunduran dramatis dan konsensus global tentang multilateralisme runtuh, kekosongan kepemimpinan internasional menjadi ancaman nyata bagi stabilitas global.
Di tengah ketegangan geopolitik dan peningkatan belanja militer negara Asia, termasuk Indonesia, Singapura tampak tetap tenang. Dengan strategi pertahanan berlapis, investasi teknologi tinggi, warisan Israel, dan dukungan AS, angkatan bersenjata mereka tampil sebagai militer kecil namun mematikan. “Swiss”-nya Asia ini membuktikan stabilitas bisa lahir dari disiplin dan visi strategis.
Selain sering menjadi peringatan dari Presiden Prabowo, kutipan Thucydides juga merupakan salah satu perkataan paling terkenal bagi pemerhati geopolitik. Mengapa demikian?