HomeCelotehYusril Spesialis Dizalimi

Yusril Spesialis Dizalimi

Kecil Besar

Sistem politik sepertinya tidak berpihak pada Yusril Ihza Mahendra. Setiap upayanya untuk menghidupkan kembali PBB, selalu gagal telak. Yusril spesialis dizalimi?


PinterPolitik.com

“Jalan pikiran itu layaknya sebuah parasut, tidak akan bisa bekerja dengan baik bila tidak terbuka.”

[dropcap]S[/dropcap]aat mendirikan partainya dulu, Yusril Ihza Mahendra berharap Partai Bulan Bintang (PBB) akan menjadi kendaraannya dalam meraih tapuk pimpinan di negeri ini. Impian Yusril ini, terbendung sejak awal reformasi bersama kedua sahabatnya, sesama pendiri PBB, yaitu Fadli Zon dan Eggi Sudjana.

Sayangnya, semakin tahun, PBB bukannya semakin berkibar malah jadi melempem. Ibarat kerupuk yang kelamaan di udara terbuka, keberadaannya sudah enggak menarik lagi. Selain susah dicerna, kerupuk keanginan juga sudah hilang bunyi kriuk-nya. Padahal salah satu yang membuat kerupuk suka masyarakat kan, karena berisiknya.

Jadi enggak heran kalau sejak Pilpres lalu, PBB sudah enggak ada peminatnya lagi. Seiring waktu pula, Yusril harus menerima keputusan Fadli Zon untuk bercerai dan selingkuh dengan Prabowo dengan mendirikan Gerindra. Partai yang secara ideologi berbeda, tapi di sisi lain sama-sama pedas terhadap pemerintahan yang berkuasa.

Berbeda dengan mantan “pasangannya” yang mati-matian membela Prabowo untuk jadi presiden, Yusril adalah seorang yang punya pendiriannya sendiri. Secara mandiri, ia ingin buktikan kalau dirinya mampu meraih kursi kepresidenan untuk dirinya sendiri. Itulah mengapa ia terus keukeuh mempertahankan PBB, walau secara organisasi sudah dibilang dalam status koma.

Walau diperiode ini, PBB tidak lagi ada di kursi legislasi  namun Yusril ikut ngotot saat pembahasan Presidential Threshold. Saat UU Pemilu disahkan dengan keputusan 20 persen suara, ia juga yang langsung angkat suara dan bergegas menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Hasilnya? Gagal total.

Lalu, Yusril melihat kesempatan langka, saat menyaksikan HTI akan dikremasi dengan UU Ormas. Dengan semangat 45, ia pun menawarkan bantuan keahlian hukum negaranya, dengan harapan massa HTI akan bersedia menjadi konstituen, bahkan kadernya, menghidupkan kembali geliat PBB.

Apakah HTI mampu memang dalam peradilan? Harapannya sepertinya tipis. Akhirnya, gara-gara enam pengurus PBB di Papua Barat enggak hadir saat di verifikasi KPU, impiannya untuk bisa berlaga di 2019 pun langsung kandas. Kasihan Yusril, sepertinya kekalahan selalu menjotosnya bertubi-tubi.

Tapi apakah Yusril menyerah? Tentu tidak, anak didik Moh. Nasir ini tetap berkeras untuk memperjuangkan partai bernapaskan Masyumi miliknya itu hidup kembali. Yusril yang sudah kadung kalah berkali-kali, sekarang jadi merasa dizalimi. Sampai kapan ya perjuangan Yusril ini akan terhenti?  (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...