HomeCelotehYasonna “Duri” Perpecahan Partai?

Yasonna “Duri” Perpecahan Partai?

Kecil Besar

Selama Yasonna menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, tercatat sudah tiga partai yang terpecah belah, dan selalu diperparah dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan dirinya.


PinterPolitik.com

“Jadi, mengenai Hanura kan sudah ada SK kemudian dari kelompok ‘Ambhara’ datang ke saya menyerahkan hasil munas. Saya hanya meminta kedua belah pihak untuk duduk bersama. Ini sekarang tahap verifikasi partai politik.”

Menjadi “orang luar” di tengah-tengah perpecahan sebuah partai, memang posisi yang tidak enak. Kalau boleh mengeluh, mungkin itu yang dirasakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly. Sejak dirinya ditunjuk sebagai menteri, tercatat sudah tiga partai yang terpecah di masanya menjabat.

Bayangkan saja, ketika Golkar terpecah menjadi dua kubu, Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Yasonna menjadi salah satu pengganjal bagi kubu Aburizal Bakrie. Gimana enggak, walau Golkar masih memiliki persoalan internal, Yasonna malah mengeluarkan SK yang melegitimasi kepemimpinan Agung Laksono.

Begitu juga saat PPP pecah, kok bisa-bisanya Yasonna mengeluarkan SK yang mengesahkan kubu Romahurmuzy (Romi). Udah itu, ketika kubu Djan Faridz berhasil memenangkan gugatan kepada Kemenkumham, eh bukannya nurut, Yasonna malah mempertanyakan keputusan itu.

Ada yang salah? Begitulah bagi Djan Faridz dan pengikutnya. Gara-gara keki dengan SK itu, Yasonna pun ikut digugat ke pengadilan. Hmmm, andai saja PPP mampu dewasa dengan melakukan islah seperti halnya Partai Golkar, mungkin urusan SK Menkumham enggak bakal bikin para kader PPP ngabur seperti sekarang.

Nah belakangan ini, permasalahan sama pun ikut menerjang Hanura melalui aksi saling pecat dan dualisme hasil Munaslub. Permasalahan pun makin runyam, karena ndilalah SK Kemenkumham yang melegitimasi kepemimpinan Oesman Sapta Odang (Oso) juga ikut turun. Siapa yang bakal kena getahnya? Tentu saja Yasonna.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Entah mengapa, adanya SK  yang dikeluarkan Yasonna bukannya bikin urusan beres, tapi malah bikin pelik masalah. Pada akhirnya, SK dan Yasonna jadi semacam “duri” bagi para partai yang berselisih. Banyak pengamat menilai, SK tersebut seperti bentuk andil Yasonna, atau dalam hal ini pemerintah, dalam perpecahan partai. Mungkinkah? (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...