HomeCelotehTukar Tambah Kabinet Jokowi

Tukar Tambah Kabinet Jokowi

Kecil Besar

Hari ini, Rabu (17/1), Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan pergantian menteri di kabinetnya.


PinterPolitik.com

“Nggak usah berpikir terlalu jauh, ini tugas manusiawi. Saya sendiri juga nggak ngerti.” ~ Jend (Purn) Moeldoko

[dropcap]S[/dropcap]etelah kecele berkali-kali dengan isu reshuffle atau perombakan menteri di Kabinet Kerja, hari ini, akhirnya terjawab juga. Mungkin karena Presiden Jokowi sudah enggak bisa ngeles lagi setelah Khofifah Indar Parawansa menyerahkan surat pengunduran dirinya secara resmi.

Dari berbagai isu yang berhembus lalu, prediksi bahwa Idrus Marham akan menggantikan posisi Khofifah sebagai Menteri Sosial, ternyata menjadi kenyataan. Hanya saja yang mengejutkan, ternyata Jokowi juga mengganti Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sontak banyak orang pun bertanya-tanya, mengapa ya Teten Masduki yang selama ini terlihat anteng-anteng aja, malah diganti sama Jenderal (Purn) Moeldoko. Ada apa ya dibalik penggantian ini? Apa Pak Jokowi ada masalah dengan pakar ekonomi yang konon dekat dengan Megawati ini?

Ternyata, seperti kata Pak Moel, ga usah mikir terlalu jauh lah. Karena faktanya, Teten emang enggak bakal kemana-mana. Dia bakal tetap di istana juga, cuma jabatannya aja yang berubah jadi Koordinator Staf Khusus Presiden. Woooh, jadi Presiden bukan hanya menukar, tapi juga menambah!

Pertanyaan selanjutnya, kok Pak Moel yang seorang jenderal militer malah dikasih jabatan sebagai KSP ya? Terus dihari yang sama, Jokowi juga mengangkat Jenderal (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), menggantikan posisi Hashim Muzadi yang wafat beberapa bulan lalu.

Berkumpulnya para purnawirawan jenderal di istana ini, jadi sebuah pertanyaan tersendiri lagi. Apakah Jokowi sedang berupaya ‘menguasai’ kekuatan militer dari para purnawirawan jenderal ini? Memulai tahun politik, bisa jadi Jokowi memang berupaya ‘mengamankan’ posisinya dari kemungkinan adanya “serangan lawan”.

Serangan lawan? Widih, udah kayak mau perang aja. Tapi kalau dipikir-pikir, bisa jadi sih. Secara lawan Jokowi juga berasal dari militer. Selain itu, sebagai presiden yang berasal dari sipil, keahlian strategi militer yang dimiliki oleh para jenderal ini, tentu akan sangat membantu dalam pertarungannya nanti. Pemikirannya jauh juga ya. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...