HomeCelotehTito Tersandung Novel

Tito Tersandung Novel

Enam bulan setelah kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan, hingga kini kasusnya belum ada kemajuan yang berarti. Presiden Jokowi bahkan sampai gemes dengan kinerja Kepolisian. Pamor Tito tersandung Novel?


PinterPolitik.com

Ketika Buaya tersandung Cicak…

[dropcap]B[/dropcap]agi sebagian masyarakat, kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan mungkin sudah mulai lupa-lupa ingat. Maklum saja, peristiwanya sudah berlangsung sekitar setengah tahun lalu.

Namun bagi KPK, terutama Novel sendiri, peristiwa itu tidak akan mudah dilupakan. Selain tindakan kekerasan itu menyebabkan rusaknya sebelah mata Novel, mereka juga menduga ada ‘orang-orang berkuasa’ di Kepolisian yang ikut andil di dalamnya.

Praduga yang sengaja diumbar ke publik ini, tentu menyudutkan Kepolisian. Sebab, tidak mungkin bagi Korps Bhayangkara untuk main tuduh atasan ataupun seniornya sendiri tanpa ada bukti yang kuat, layaknya tudingan para sejawatnya tersebut.

Jadi lumrah saja, kalau masalah ini jadi seperti simpul tali yang membelit rumit. Apalagi, hubungan KPK dan Kepolisian sendiri memang sudah enggak akur dari awal. Istilah Buaya versus Cicak tentu masih belum sepenuhnya lenyap dari ingatan masyarakat.

Sialnya, persoalan antara sesama reptil yang beda tongkrongan ini, lama kelamaan juga ikut membawa-bawa reputasi Presiden. Yah biasalah, kalau ada masalah yang miring dikit tentang Jokowi, pihak-pihak yang di seberang pasti langsung ngeluarin penggorengan.  Makin lama gorengnya, makin kriuk hasilnya di 2019 nanti.

Orang yang lebih terkena sial lagi, ya tentu saja Kepala Kepolisian RI, Tito Karnavian. Bisa dibilang, bapak kita ini sedang dalam kondisi ‘sudah jatuh, tertimpa tangga pula’. Udah pembentukan Detasemen Khusus Tindakan Korupsi (Densus Tipikor) ditunda Presiden tanpa batas waktu, ia pun harus kena minyak panas dari gorengan “partai sebelah”.

Baca juga :  Suharso Tumbang, KIB Bubar?
- Advertisement -

Gimana enggak, kalau para oposan mulai berkoar-koar menyalahkan Presiden mengenai persoalan Novel, tentu Presiden juga enggak mau diomelin sendirian, dong? Siapa lagi yang akan jadi bumper kesalahan? Ya tentu Kapolri lagi, Kapolri lagi. Wah, kayaknya Buaya lagi apes di musim ini.

Sebagai masyarakat, tentu kita ingin kasus Novel ini segera selesai. Begitu juga Jokowi, karena kalau enggak, tentu aktivitas goreng-menggoreng di kubu sebelah enggak akan berhenti. Jadi, bisakah Tito menjadi ‘tameng’ yang diandalkan dari cipratan-cipratan minyak panas di kubu sebelah? (R24)

spot_img
Previous articleGuru Apa Tukang Gebuk?
Next articleParadise Paper

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...