HomeCelotehGuru Apa Tukang Gebuk?

Guru Apa Tukang Gebuk?

Kecil Besar

Kalau menghajar murid sampai babak belur berakhir damai, lantas apa guna RUU Perlindungan Anak, dong?


PinterPolitik.com 

[dropcap]B[/dropcap]eberapa hari belakangan, video oknum guru main gebuk murid sedang ramai sekali dibahas. Menurut keterangan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), oknum guru itu kesal, sebab si murid memanggil namanya tanpa sapaan, ‘Pak’.

Singkat cerita, kasus ini berakhir damai. Apa masalah ikutan selesai dan tiap orang bisa tidur nyenyak? Hm, belum tentu. Kalau kasus berakhir begitu saja, lalu keadilan buat pelaku aniaya dan perlindungan buat murid yang babak belur, dimana?

Bagi para netizen budiman dan sholeh sholehah, kekerasan yang dilakukan oknum guru itu tak bisa dipandang benar apalagi diwajarkan, lho. Ya, anak muridnya memang songong, tapi apakah dia pantas dihajar bertubi-tubi seperti sak tinju karena songongnya? Tentu saja tidak. Mendidik itu bukan berarti bebas main gebak gebuk, kalau begitu mah namanya sudah kekerasan.

para siswa (sumber: BBC Indonesia)

Tapi, aksi Pak Guru mungkin baru benar kalau bliyo mengajar di Perguruan Silat Tapak Putih atau Perguruan Hokage. Sebab memang tugasnya mengajar trik cantik bela diri. Lha, tapi kan ini si Pak Guru adalah pengajar matematik.

Si anak murid yang kena bogem itu boro-boro punya kesempatan membela dirinya, belum sempat kedip dia dihujani tamparan, tinju, bahkan diseret kakinya. Ini mah, sudah pas masuk salah satu episode pilot untuk Smackdown.

Asal saudara-saudara sekalian tahu, nieh. Kasus kekerasan di sekolah itu lumayan tinggi, lho. Bahkan ada bahasa gaulnya, hidden case. Tapi sayang, kasusnya tak pernah lanjut ke proses hukum dan selalu damai. Damai ini tak selalu selaras dengan keindahan, saudara-saudara. Kenyataan memang berbeda dengan lagu-lagu Anang. Kalau kasus bak,buk,bak,buk dalam dunia pendidikan diakhiri perdamaian, tanpa ada hukuman apalagi evaluasi bagi pelaku, namanya bukan kedamaian, tapi pemakluman. Percayalah, saudara, memaklumi kekerasan tak ada faedahnya.

Pak Guru perlu dapat penilaian ulang, masih pantaskah bliyo mengajar. Kalau Pak Guru tak menderita gangguan jiwa apapun, berarti perlakuannya itu sudah termasuk pelanggaran hukum. Nah, muridnya yang songong ini, juga patut dapat perlindungan. Habis, kalau damai, lantas apa gunanya menteri dan Pemerintah capek-capek bikin RUU Perlindungan Anak?

Bagi para saudara-saudara dan generasi jaman now yang masih mempersoalkan songong dan norma si murid, sekarang yuk mari kita merenung sebentar. Apa sih gunanya bergerak ke arah pembangunan yang lebih baik, kalau metode tinju ala Naruto masih saja dipakai di dunia pendidikan? Ada lho cara yang lebih enteng dan tak perlu keluar tenaga. Yaitu, tanya si murid kenapa dia melanggar etika dan norma.

Wah, berarti harus berani buka hati dan pikiran, dong? Nah, itulah. Tak gampang memang, saudara. (A27)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Jangan Remehkan Golput

Golput menjadi momok, padahal mampu melahirkan harapan politik baru. PinterPolitik.com Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 tunai sudah. Kini giliran analisis hingga euforia yang tersisa dan...

Laki-Laki Takut Kuota Gender?

Berbeda dengan anggota DPR perempuan, anggota DPR laki-laki ternyata lebih skeptis terhadap kebijakan kuota gender 30% untuk perempuan. PinterPolitik.com Ella S. Prihatini menemukan sebuah fakta menarik...

Menjadi Pragmatis Bersama Prabowo

Mendorong rakyat menerima sogokan politik di masa Pilkada? Prabowo ajak rakyat menyeleweng? PinterPolitik.com Dalam pidato berdurasi 12 menit lebih beberapa menit, Prabowo sukses memancing berbagai respon....