BerandaCelotehTGB ‘Peternak’ Buzzer Jahat?

TGB ‘Peternak’ Buzzer Jahat?

“Saya terus terang tidak percaya kabar buzzer Jahat tersebut, karena kami sangat percaya bahwa Tuan Guru Bajang (TGB), adalah kader terbaik Partai Demokrat sama seperti Mas AHY yang sangat paham fatsun partai. Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membenturkan kader-kader terbaik kami.” ~ Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo.


PinterPolitik.com

[dropcap]I[/dropcap]nternal Partai Demokrat saat ini tengah disibukan dengan ramainya keberadaan akun-akun pendukung Gubernur NTB dua periode, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Akun-akun ini ditengarai adalah buzzer yang dengan sengaja dikerahkan untuk memuluskan TGB sebagai capres dari Partai Demokrat. Kok udah kayak ‘peternak’ buzzer aja sih TGB ini. Warbiasa, khan maen.

Yang lebih bikin kesel lagi nih, gerakan akun-akun pendukung TGB di jejaring media sosial belakangan ini terlihat cukup agresif. Gak sedikit loh yang membandingkan TGB dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mengatakan kalau TGB lebih pantas menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, dibandingkan AHY. Udah dapet restu belum tuh dari Ketum Demokrat? Pusing pala barbie ah mikirnya.

Sebagai politisi, TGB memang gak berada di lingkaran utama Demokrat. Jadi wajar aja kalau namanya sebelum ini gak masuk perhitungan sebagai kandidat Capres dari internal partai. Ya berhubung sedari awal Demokrat sudah menggadang-gadang AHY sebagai Capres dari Demokrat. Kalau Susilo Bambang Yudhoyono udah bilang gitu, emangnya ada yang berani nentang?

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo sendiri sementara ini menduga kalau buzzer tersebut dari pihak eksternal. Ia gak percaya TGB memelihara buzzer jahat untuk menyerang dan memecah belah Partai Demokrat. Singkat kata nih ya, seandainya benar pun sungguh unfaedah deh, buat apa coba?

Baca juga :  KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menilai, TGB merupakan kader yang sangat faham fatsun partai. Jadi gak mungkin lah ngeriweuhin partai di mana dia berada. Tapi pertanyaannya, kalau ternyata benar gimana dung? Ya udah sih, terima aja pinangan TGB. AHY-TGB kan keliatannya cucok meong banget tuh.

Sedikit banyak, promosi diri melalui buzzer ini malah menimbulkan citra negatif bagi TGB sendiri. Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe juga bilang hal yang sama, karena kalau ternyata benar, artinya TGB bukan tipe calon pemimpin bangsa. Sayang banget ya, padahal potensinya bagus loh untuk bersanding dengan AHY. Tapi gak gini juga keles caranya.

Mau menjabat aja caranya gak etis, gimana kalau nanti sudah menjabat? Makin merajalela nantinya sifat itu. Ampun dah. Pemimpin tuh seharusnya memang berjuang dengan realitas dan fakta-fakta yang sesungguhnya, bukan menggunakan kekuatan palsu untuk menghakimi orang lain demi memuluskan rencana atau agenda politik. Tsadeest. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Coldplay ke Indonesia karena Jokowi?

Band ternama asal Inggris, Coldplay, dikabarkan akan konser di Jakarta, Indonesia. Mungkinkah Coldplay akan sampaikan pesan untuk Jokowi?

Mencari Indonesian Dream di Piala Dunia U-20

Publik dihebohkan oleh pembatalan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Bagaimana mimpi pemain timnas U-20 untuk bermain?

Anas Urbaningrum: Anti-villain SBY?

Anas Urbaningrum telah bebas setelah jalani hukuman. Apakah Anas akan menjadi anti-villain setelah akhirnya bergabung ke PKN?

Mengembalikan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

“Aku bukan pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku hanya menggali Pancasila daripada buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam di dalam bumi bangsa...

KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

PinterPolitik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK...

Ahmad Dhani, Paradoks Politisi Selebritis?

Prediksi tentang lolosnya beberapa artis ke Senayan memunculkan kembali skeptisme tentang kualifikasi yang mereka tawarkan sebagai representasi rakyat. Layakkah mereka menjadi anggota dewan? PinterPolitik.com Popularitas mungkin...

Kawaii, Mega-chan?!

Selain "janda", Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kerap disebut "Mega-chan" di media sosial. Saatnya PDIP embrace budaya kawaii?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...