HomeCelotehTangis Gerindra-PKS di Pilgub Jawa

Tangis Gerindra-PKS di Pilgub Jawa

“Menurut saya ini tragedi dan cukup memalukan. Sudah bikin poster di mana-mana, sudah deklarasi di mana-mana, tiba-tiba ada konflik elite. Ditempel sama mesin PKS pasti menang. Tapi karena pecah, akhirnya calon lain yang menang,” ~ Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enang dan kalah dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang biasa. Begitu pula dalam kontestasi Pilkada serentak 2018 yang baru saja digelar tanggal 27 lalu. Ada partai politik yang berhasil membawa kandidat yang diusungnya duduk di kursi Gubernur, namun ada juga yang nasibnya naas loh. Huhuhu, kicianbingit sih. Cup cup jangan sedih.

Ya seperti nasib dua parpol pengusung dalam Pilgub di Pulau Jawa, Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dua partai ini terpaksa menelan pil pahit usai semua kandidatnya di Pilgub Jawa keok. Nah, harus introspeksi diri tuh. Mungkin ada yang salah sama cara kampanye kedua partai ini. Ngaca napa!

Ya meski saat ini hasil perolehan suara itu baru berdasarkan proses hitung cepat (quick count) tapi biasanya sih hasil final perhitungan Komisi Pemilihan Umum tidak jauh berbeda nantinya. Hampir gak mungkin perhitungannya bakal berbalik arah dan memenangkan kandidat mereka. Ngimpi keles.

Di Jawa Barat, misalnya, Gerindra dan PKS ditambah dengan PAN yang mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu harus keok dihadapan pasangan Ridwan Kamil – Ruzhanul Ulum yang diusung oleh Hanura, PPP, PKB, dan Nasdem.

Nah, di Jawa Tengah, Gerindra dan PKS ditambah dengan PAN dan PKB yang mengusung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah juga harus ‘balik kandangmelawan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung oleh Nasdem, Demokrat, PPP, dan PDIP.

Baca juga :  Menanti Biden "Beli" Siomay-Batagor

Sedangkan di Jawa Timur, Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung oleh Gerindra dan PKS bersama PDIP dan PKB pun ternyata tumbang dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diusung PPP, Golkar, Hanura, PAN, Nasdem, Demokrat.

Mungkin ini udah saatnya kedua partai ini berkaca diri, apakah ada yang salah dari cara berkampanye mereka selama ini. Selain PAN, dua partai ini kan yang belakangan hobi gembar-gembor pollitik identitas. Hari gini masyarakat udah pada cerdas. Mereka gak akan terpengaruh dengan intrik-intrik politik kotor kayak gitu. Kalau ada kandidat cagub yang bagus maka dipilih, dan kalau jelek ya gak usah dipilih. Gitu aja kok repot. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

Jabatan Kades Mirip One Piece?

Demonstrasi kepala desa (kades) tuntut perpanjangan masa jabatan hingga 9 tahun. Apakah para kades ingin bisa seperti anime One Piece?

Kapal Anies ‘Diserang’ Ular?

Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim dikirimi ular ketika akan bertemu Anies Baswedan. Apakah kapal Anies tengah 'diserang' ular?

Sudah Saatnya Prabowo Contoh Megawati?

Partai Gerindra tetap kukuh usung Prabowo Subianto sebagai capres. Apakah seharusnya ini saatnya Prabowo contoh cara Megawati?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

Di Balik Usul Imin Hapus Gubernur

Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usul hapuskan jabatan gubernur karena melelahkan dan hanya jadi penghubung pusat-daerah. Mengapa?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...