HomeCelotehSopan Santun Ala Diddi

Sopan Santun Ala Diddi

Kecil Besar

Setelah terdepak sebagai calon gubernur Partai Gerindra, Deddy Mizwar kini berupaya mendekati Partai Banteng. Aksi jual program lagi Pak?


PinterPolitik.com

“Jenis politik praktis yang paling banyak adalah politik sopan santun.” ~ Theodore Roosevelt

[dropcap size=big]S[/dropcap]opan santun itu perlu, apalagi kalau lagi ada mau. Maka, demi sopan santun ya harus maju. Begitulah, pada akhirnya Diddi Mizwir terpaksa mendatangi partai politik (parpol) satu persatu. Sebagai wakil gubernur  di wilayah paling barat Jawa, ia punya alasan untuk bertamu sambil ‘jualan’ program baru.

Dalam hati Diddi, sebenarnya enggan bersafari sambil menawarkan diri begini. Tapi demi ambisi, mau gimana lagi? Padahal, dulu permintaan untuk sowan  ke cabang partai yang awalnya mendukung dia aja, ditolak mentah-mentah.  Eh, sekarang malah harus beramah-ramah, bahkan dengan parpol sebelah yang dulu enggan ia jamah.

Diddi mungkin sudah dapat pelajaran mengenai pentingnya bersikap sopan. Karena ternyata, orang yang enggak sopan bisa begitu saja ditendang. Padahal, sudah susah payah ia mendekati sang juragan, eh yang ngamuk sampe nendang malah orang bawahan. Sungguh, enggak enak rasanya di PHP-in begitu….

Tapi untunglah dia punya kuasa. Siapa yang mampu menolak orang nomor dua di wilayah mereka? Bahkan sosis dan larutan penyegar saja, ia yang punya. Tentu saja kedatangannya diterima dengan tangan terbuka oleh parpol mana saja. Walau sebenarnya mereka enggak punya tempat lagi buat dia, tapi Diddi kan harus dihormati sebagai penguasa. Jadi ya, mau bagaimana?

Sepak terjang Diddi ini pun tak lepas dari pantauan sang penantang yang kebetulan namanya sama, Didi juga. Sebagai informasi, di wilayah ini emang banyak banget yang namanya Didi, cuma kadang versinya aja yang dibedain. Misalnya, Diddi dengan dobel ‘d’ atau satu ‘d’, kadang ada yang pake ‘i’, lainnya pake ‘y’. Kalau buat kids zaman now, mungkin jadi Didi versi o.1, 0.2. atau KW 01, 02, dan seterusnya, gitu deh.

Nah, kehadiran Diddi di parpol besannya, ternyata tidak membuat gelisah si Didi. Enggak segelisah sewaktu parpolnya sendiri lebih suka ngusung orang lain – yang bukan bernama Didi. Soalnya, ternyata si Didi ini yakin kalau parpol besan enggak akan selingkuh kayak partainya. Apalagi akad nikahnya bakal diadain seminggu lagi.

Jadi respon Didi terhadap kedatangan Diddi pun disambut gembira, bahkan menegaskan kalau sudah tak ada sekat lagi diantara mereka. Wah, Didi ini memang baik hati sekali, selalu positif memandang orang lain, walau sebetulnya tetap ada dag dig dug di hati. Ah, andai saja Diddi dan Didi bisa lebih sehati, mungkin akan lebih meriah perayaan demokrasi di wilayah ini. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...