HomeCelotehSemua Akan Papa Pada Waktunya

Semua Akan Papa Pada Waktunya

Kecil Besar

Papa the Series, Episode #4: “Papa sembuh, semua terancam!”


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]D[/dropcap]i negara-negara yang menganut supremasi hukum, semua warga negara adalah sama di mata hukum dan harus tunduk pada ketentuan hukum. Jika salah, harus dihukum!

Namun, tersebutlah sebuah negeri zamrud di antah berantah, yang entah kenapa penegakan hukumnya masih pilih-pilih. Yang kuat, yang punya pengaruh, dan yang jago berpolitik selalu bisa menang di depan hukum.

Mungkin hal itu jugalah yang terjadi pada Papa, pendekar tua yang masih lincah itu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, masalah memang menjadi semakin rumit. Apalagi saat Papa jatuh sakit, semuanya was-was. Jangan-jangan Papa akan lolos lagi. Begitu ribut orang-orang di tivi-tivi. Lolos? Emang belut? Hadehh. Bahkan bursa taruhan menjadi ramai dengan prediksi kasus ini.

Tapi, semuanya seolah terdiam ketika ketok palu tetua Cepi membebaskan Papa dari status tersangka. Semuanya terbelak! Gile!

Jadi teringat kata-kata Om Nazaruddin waktu itu. Om Nazar – bukan penyanyi dangdut ya – pernah bilang kalau Papa itu seperti Sinterklas. Ia kebal dan sakti!

Semua sakit akan tersembuhkan dengan sendirinya, dan semua hukuman akan dimentalkan dengan sendirinya. Bahkan penyakit-penyakit pada minta ampun karena kesaktian Papa! Luar biasa!

Kini, Papa telah sembuh dan bebas. Semua pun cemas! Apalagi mereka yang bermain-main saat Papa terbaring tak berdaya dengan EKG yang macet dan selang-selang Dragon Ball. Yang melawan Papa akan dipecat! Yang bikin manuver di partai juga siap-siaplah! This is Papa!

Lihat saja manuver Korbid Polhukam yang ingin menjatuhkan Papa kabarnya membuat ia dipecat dan digantikan oleh seorang mantan jenderal. Papa telah bangkit dan akan melawan!

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Semuanya memang akan Papa pada waktunya.

Bahkan lembaga anti rasuah yang harusnya ngotot jika kalah di sidang, terlihat mulai mengendurkan ikat pinggang.

“Kalau hukum, yang pasti tidak boleh dendam, tidak boleh sakit hati, tidak boleh marah. Karena hukum harus diimbangi dengan hukum. Memang hukum harus begitu. Percayalah bahwa kita digaji untuk melanjutkan kasus ini”, begitu katanya.

Sampai kapan, Om? Sampai kasusnya berlarut-larut dan hilang dari permukaan bumi?

Mungkin akan ada sebuah negara yang semuanya dipimpin oleh Papa. Presidennya Papa, Wakilnya juga Papa, Ketua Parlemen-nya Papa, Ketua Partainya juga Papa.

Semuanya akan Papa pada waktunya.

Maka, jangan heran jika supremasi hukum pun kalah karena yang berlaku hanyalah Hukum Papa. Kitab hukumnya namanya KUHP, alias Kitab Undang-Undang Hukum Papa. Jreng!

“Woi, Dul, lu ngoceh mulu. Mandi dulu sana, badan lu bau duit 1,5 ember. Yang katanya pembungkaman, ga taunya disuarakan sama yang dukung oposan. Mahasiswa kok gitu?”

Di tempat lain, ada yang selfie-selfie dengan pengusaha-pengusaha yang hampir pasti mendukungnya lagi di periode berikut.

Sementara yang lagi latihan main panahan bilang: “Kita harus lebih nakal lagi”. Hmm, ingat umur, Opa…

(S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.