HomeCelotehSaat Luhut Persulit Jokowi

Saat Luhut Persulit Jokowi

Kecil Besar

“Kita sungguh beruntung dipimpin oleh seorang kepala negara yang mengecap asam garam kehidupan rakyat Indonesia pada umumnya, saya lihat benar-benar tercermin pada setiap pengambilan keputusan bagaimana Presiden Jokowi selalu berfokus pada keberlangsungan hidup rakyat bawah”. – Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi


PinterPolitik.com

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memang tak ada dalam jabatan struktural Gugus Tugas Covid-19. Namun, bukan berarti Luhut tak punya power dalam penentuan kebijakan di tengah-tengah makin parahnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Beh, kalau yang namanya Pak Luhut emang nggak bisa dianggap remeh pengaruhnya. Secara doi dua periode sudah ada di dalam kabinetnya Pak Jokowi dan sering dianggap sebagai salah satu tokoh paling sentral dalam pemerintahan Jokowi.

Buktinya nih, waktu Pak Jokowi posting di media sosialnya soal 14 ribu pemudik yang keluar dari Jakarta dalam 8 hari dengan sekitar 876 bus – iyess exactly 876 bus – banyak pihak kemudian mulai mencari formulasi kebijakan untuk mencegah arus keluar orang dari Jakarta tersebut.

Bukan apa-apa, di Jakarta saat ini belum diterapkan status lockdown atau karantina wilayah, sehingga orang masih bisa keluar masuk wilayah ibu kota ini dengan bebas.

Nah, melanjutkan pernyataan Pak Jokowi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian berinisiatif membuat kebijakan larangan bagi bus-bus antarkota antarprovinsi alias AKAP untuk keluar masuk Jakarta.

Eh belum dijalankan kebijakan tersebut, udah langsung dibatalkan sama Pak Luhut yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan, berhubung Pak Budi Karya Sumadi lagi menjalani perawatan akibat terkena Covid-19.

Emang sih, Pak Luhut pasti memperhitungkan sisi ekonomi dari industri perhubungan darat. Soalnya, kalau dilihat dari data yang armada bus tahun 2018 lalu aja secara keseluruhan ada sekitar 49 ribu lebih. Tahun 2019 jumlahnya diperkirakan mencapai 50 ribu jumlahnya.

Dari jumlah tersebut, bisa dipastikan ada bagian yang besar yang melayani trayek ke dan dari Jakarta. Kalau jalur tersebut ditutup dan bus AKAP dilarang masuk, maka akan ada dampak besar bagi para pengusaha di industri ini, pun terhadap para pekerja di sektor ini.

Tapi nih, harusnya tetap juga diperhitungkan efek kegentingan Covid-19 ini. Bukannya gimana-gimana ya, kalau arus mudik – which is sebentar lagi sudah mau Lebaran – nggak dihentikan, virus ini akan makin tersebar kemana-mana. Apalagi, Jakarta ini udah zona merah lah istilahnya.

Nah kan, jadi kelihatan apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi di medsos malah dilakukan dalam kebijakan yang sebaliknya oleh Pak Luhut. Walaupun dalam postingan Instagram terbarunya Pak Luhut bilang sudah mempertimbangkan matang-matang kebijakan yang diambil dan juga muji-muji Pak Jokowi, tapi kebijakan pembatalan soal larangan bus AKAP itu kayak nggak connect sama kekhawatiran Pak Jokowi soal arus mudik.

Hmm, kan jadi bikin masyarakat bertanya-tanya. Jangan-jangan Pak Luhut malah dituduh terus-terusan mempersulit Pak Jokowi dalam mengambil kebijakan untuk mencegah penyebaran virus berbahaya. Nah, kalau sudah begitu kan tambah bahaya. Upppss. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.