HomeCelotehRUU PKS, Anak Tiri Jokowi

RUU PKS, Anak Tiri Jokowi

Kecil Besar

“Kami berharap DPR mempertahankan usulannya (soal RUU PKS), termasuk kontennya. Dalam artian, enggak lucu juga kan karena DPR yang punya draft ini, kemudian mereka ikut pemerintah (KPPPA).” –Siti Aminah, anggota LBH APIK


PinterPolitik.com

Masih ingatkah kalian tentang isu Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual alias RUU PKS yang beberapa waktu lalu sempat heboh bahkan hingga dianggap sebagai undang-undang yang pro-zina dan pro-LGBT?

Di tengah-tengah polemik Pemilu saat ini, sepertinya pemberitaan terkait RUU PKS, sudah mulai hilang dan diabaikan oleh masyarakat.

Tapi, siapa sangka kalau diam-diam persoalan tentang RUU PKS ini sudah memiliki perkembangan. Ternyata sejak tanggal 8 Mei 2019, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah mengadakan beberapa pertemuan dengan pihak-pihak yang bersangkutan umtuk membahas Daftar Isian Masalah (DIM) yang ada dalam RUU PKS.

Sayangnya, tidak semudah itu Ferguso! Pertemuan-pertemuan tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Update terkahir tentang RUU PKS justru menimbulkan pertentangan yang lebih rumit lagi. 

Seberapa besar kekuatan emak-emak? Selengkapnya dalam tulisan indepth berjudul "Revolusi Prancis, Emak-emak Prabowo"di Pinterpolitik.com

Posted by Pinter Politik on Monday, May 20, 2019

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), tujuan dihadirkannya RUU PKS adalah untuk membantu korban pelecehan seksual agar mendapat hukum yang adil. Soalnya, selama ini kasus-kasus pelecehan seksual sering kali mengalami kendala ketika berhadapan dengan penegakan hukum, misalnya korbannya yang disalahkan, tidak adanya saksi dan terjadinya reviktimisasi.

Nah, sayangnya dalam DIM yang dibuat oleh KPPPA malah banyak hal-hal penting dari RUU PKS yang telah dihilangkan dan diubah.

Misalnya, di dalam DIM yang telah dibuat oleh DPR ada 9 bentuk kekerasan seksual. Sedangkan DIM yang dibuat oleh KPPPA hanya memiliki 4 bentuk kekerasan seksual.

Baca juga :  The One-Man Band

Jika ditotal, ada sekitar 17 poin yang dihilangkan oleh KPPA dari DIM RUU PKS, yaitu tentang pasal pencegahan kekerasan seksual, hak saksi, hak ahli, hak ganti rugi, hak penyidikan, hak penuntutan, dan lain sebagainya.

Hmmm. Lucu juga ya kalau nanti akhirnya DPR malah ikutan setuju dengan DIM RUU PKS yang telah direvisi KPPPA.

Apalagi, Presiden Jokowi kan ngebanggain kebinetnya yang disebut banyak diisi tokoh-tokoh perempuan. Lha ini, kementeriannya sendiri yang malah mengurangi poin-poin yang ada dalam RUU yang utamanya untuk melindungi perempuan.

Pak Jokowi sibuk sama persoalan Pemilu dan jalan-jalan sama Jan Ethes, jadinya nggak ngelihat ada hal yang sangat penting untuk masyarakat. Kan RUU PKS jadi kayak anak tirinya Pak Jokowi yang nggak diperhatikan. Walaupun nggak kayak Kaesang sih. Upppss. Hehehe.

Persoalan ini penting, soalnya kalau banyak pasal yang dihilangkan, bagiamana mungkin RUU PKS ini dapat menjadi alat untuk memberikan keadilan bagi para korban kekerasan seksual? (R50)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

More Stories

Ibu Kota Baru “Sarang” Pengembang?

“Mohon maaf saya baca naskahnya itu naskah ya power point dan gambar gambarnya itu banyak yang unik-unik lah. Masa disebut membangun hunian yang layak,...

Ahok Cawapres Anies di 2024?

“Menjadi seorang pejabat itu adalah pekerjaan yang mulia karena dengan jadi pejabat ada banyak orang yang bisa kita tolong.” – Basuki Tjahaja Purnama alias...

Rombak Direksi, Rini Membangkang Jokowi?

“Aku memberontak, maka itu aku ada.” – Albert Camus PinterPolitik.com Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan kukuh mau merombak 4 direksi bank BUMN dan 1 anak perusahaan...