HomeCelotehRizal Ramli Keranjingan Nyapres

Rizal Ramli Keranjingan Nyapres

Kecil Besar

“Saya bilang, Rizal Ramli itu harus direkrut PPP. Tapi enggak ada yang berani rekrut Rizal. Karena sistem UU kita identik dengan praktik transaksional yang dapat membeli jabatan,” ~ Sri Bintang Pamungkas.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Menko Perekonomian, Rizal Ramli merupakan salah satu orang yang paling ambisius mencalonkan diri sebagai capres untuk Pilpres 2019 mendatang. Meski belum ada partai yang mengusungnya, dirinya tetap sowan ke berbagai tokoh politik untuk mendapatkan dukungan. Ya, salah satu dukungan datang dari teman sejawat, Sri Bintang Pamungkas.

Siapa sih yang gak kenal sama sosok Sri Bintang Pamungkas? Tokoh pergerakan reformasi ini memang kerap kali muncul dengan segala kontroversinya yang hobi mengkritik pemerintahan yang sedang berkuasa. Gak cuma di era Presiden Soeharto aja loh, kini kritikan juga masih segar dilakukan pada Presiden Jokowi agar turun dari jabatannya.

Dan saat ini amunisi kritikan tersebut diberikan kepada sosok Rizal Ramli yang sedang ingin maju sebagai capres menandingi Jokowi. Kalau dipikir-pikir, watak Bang Rizal dan Sri Bintang memang gak jauh berbeda. Keduanya lagi sama-sama keranjingan mengkritik Pemerintah dengan berbagai argumen pendukung. Wedew.

Ya namanya juga barisan sakit hati, ya pasti apa aja bakal dilakukan demi bisa mengenyahkan orang yang bikin sakit hati. Sri Bintang sendiri kan pernah menjadi tersangka kasus dugaan makar karena menggelorakan ‘perlawanan’ terhadap Jokowi pada Desember 2016 lalu. Jadi wajar ia menyokong Rizal yang notabene adalah mantan Menteri sakit hati era Jokowi.

Yailah, dukung mendukung nih ye. Gak sekalian bikin permufakatan jahat makar lagi kek kemarin, biar dicyduk ulang, hahaha. Kalau Rizal sendiri sih memang menyimpan obsesi menjadi capres pasca pemecatan dirinya sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Tapi apa iya bener dalam rangka balas dendam aja nih? Apa memang hobi sampingannya nyapres? Walah.

Padahal kalau eike flashback ke belakang, sebelum ini, pria yang terkenal dengan jurus Rajawali Ngepret ini juga pernah mendeklarasikan diri sebagai capres pada 2009 dan 2014, tapi ya lagi-lagi dirinya gagal. Deklarasi untuk Pilpres 2019 kali ini berbuah gak ya kira-kira? Wah, kok bisa samaan sih sama Sri Bintang yang juga pernah memproklamirkan diri sebagai capres pada 1997? (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...