HomeCelotehRizal Ramli: Hary Tanoe Ngawur!

Rizal Ramli: Hary Tanoe Ngawur!

Kecil Besar

“Aku cinta negeri ini, lebih dari aku cinta pasangan hidupku”.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus kandidat cawapres Prabowo Subianto, Rizal Ramli, mengritik langkah Partai Perindo yang ngotot mengajukan kembali gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 169 huruf “n” UU Pemilu.

Hayo, kalian tahu gak apa itu Pasal 169 huruf  “n” yang digugat Partai Perindo? Hah, kalian enggak tahu? Alah, kasihan deh, makanya banyak baca dong!

Eh, btw eyke juga enggak tahu sih hahaha. Malah eyke mengira selama ini negara kita tidak memiliki hukum, soalnya banyak pejabat yang ketangkap korupsi, tapi masih senyum-senyum aja tuh. Berasa lawless gitu gengs, iya apa iya? Hehehe.

Intinya gengs, gugatan Partai Perindo itu diajukan agar Wapres Jusuf Kalla (JK) bisa maju sebagai cawapres lagi mendampingi Jokowi. Kan doi saat ini terjegal Undang-Undang.

Walah, Partai Perindo ternyata sudah diajak JK ngopi ya? Atau Hary Tanoesoedibjo sudah ikutan nebeng mobil RI-2 kayak Anies Baswedan kemarin? Nebeng sih boleh pak, yang penting jangan ngerusuh kayak mobil Hummer di gedung KPU ya. Hehehe.

Hmmm, mungkin gugatan Hary Tanoe ini sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan Kalla Group dari kasus PLN ya? Uppss bercanda loh pak hehehe. Itu kata rumput-rumput yang bergoyang hehehe. 

Sudah lama tak terdengar di media massa, pimpinan Partai Perindo ini ingin cari muka ya? Atau lagi mau coba-coba mengambil hati pemerintah, khususnya Wapres JK ya? Hehehe isa ae bossque.

Nah, gugatan ini langsung mendapat respon gengs. Bukan dari MK, melainkan dari Rizal Ramli.  Si bapak Rajawali Ngepret itu bilang: “Partai Perindo kok ujug-ujug ajukan gugatan ke MK agar JK bisa maju lagi? Hary Tanoe kamu jangan ngawur deh.”

Ahahah, namanya juga oposisi pemeirintah gengs, pasti deh mirip kayak bensin kena api.

Btw, bener kan gengs, dugaan Rizal mirip seperti kita. Rizal langsung mempertanyakan maksudnya Hary Tanoe. Hanya karena ada kasus lalu mesti membela JK?

Waduh,  mungkin Hary Tanoe sama JK panik. Sampai-sampai mau main tolong-tolongan biar gak sama-sama ketarik kasus korupsi dan sebagainya. Hehehe.

Sebenarnya gugatan ini hampir serupa dengan gugatan oleh Muhammad Hafidz dan Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa serta Perkumpulan Rakyat Proletar agar aturan di UU Pemilu itu dirinci.

Maksudnya, aturan itu ingin mendapat penegasan apakah presiden dan wakil presiden bisa melanjutkan jabatannya setelah dua periode masa kepemipinan berturut-turut atau tidak.

Cucok lah gengs, hal yang dilakukan Hary Tanoe saat ini layaknya orang yang mancing di bak mandi yang berharap dapat ikan, eh malah dapat gayung bolong. Hehehe.  

Kalau kata Rizal Ramli sih, Hary Tanoe ini sangat mengingatkan pada semangat Orde Lama yang tidak membatasi jabatan presiden dan wakil presiden selama dua periode.

Tapi, gugatan ini kan sebelumnya juga telah ditolak MK lantaran tidak memiliki legal standing. Jadi, Om Hary, ngapain lagi sih? (35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...