BerandaCelotehReformasi Jilid II Bayangi Jokowi

Reformasi Jilid II Bayangi Jokowi

“Hari ini mulai ada krisis kepercayaan dari masyarakat.  Dan ada juga keresahan dari berbagai kelompok yang tidak nyaman dan aman atas kebijakan Pemerintah. Kalau Pemerintah tidak hati-hati, nanti bisa terjadi reformasi sebelum pemilu.” ~  Kandidat Calon Presiden, Rizal Ramli.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ebagai kandidat calon Presiden (Capres) yang sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Jokowi, Rizal Ramli, tentu gak terlalu berani untuk mengkritisi Pemerintah secara vulgar. Dalam diskusi “20 Tahun Reformasi 21 Mei 1998-21 Mei 2018” di Jakarta, Senin lalu, Rizal lebih fokus untuk memperingati Pemerintah ketimbang mengkritik tajam.

Rizal mengingatkan Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan rakyat. Kalau kebijakannya tidak tepat sasaran, nanti dapat membuat rakyat meluapkan amarah, sehingga dapat menggoyang pemerintah. Mau emangnya?

Sekarang aja udah mulai banyak perkumpulan masyarakat seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang rajin mengkritik kinerja Pemerintah. Menjelang Pemilu memang banyak isu yang bisa dipolitisasi untuk menyudutkan Pemerintah. Tapi itu juga karena program Pemerintah yang terkadang gaje.

Maca cih segitu gaje-nya? Kalau eike mengintip Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, pemerintah mencanangkan 5 Prioritas Nasional. Pertama, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, lalu pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman.

Terus penguatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya, kemudian pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air, serta yang terakhir stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu. Sepertinya sih realistis deh buat dieksekusi. Gak gaje ah. Mungkin perasaan Bang Rizal aja kali tuh.

Tapi yang namanya mau Nyapres, ya tentu harus mengangkat kekurangan yang ada pada Presiden yang sekarang  lah. Dibumbui sedikit ancaman kan makin sexy tuh kritikannya. Warbyasah.Tapi betul juga sih apa yang dibilang Rizal. Coba aja setiap demo pada Pemerintah ditindaklanjutin dengan upaya represif dari aparat keamanan, beuh, yang ada nanti malah memantik pergerakan anti pemerintah yang lebih besar lagi. Kalau udah begitu, bisa-bisa Jokowi lengser sebelum waktunya tuh. Kan amsyong banget. (K16)

Baca juga :  Gibran Lebih Berani Dibanding Jokowi?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Coldplay ke Indonesia karena Jokowi?

Band ternama asal Inggris, Coldplay, dikabarkan akan konser di Jakarta, Indonesia. Mungkinkah Coldplay akan sampaikan pesan untuk Jokowi?

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Prabowo Sosok ‘Putin’ Indonesia?

“Kalau ingin bangkit dan jaya, RI butuh pemimpin seperti Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak banyak ngutang, dan nggak planga-plongo.” ~ Wakil Ketua...

Anies Membelokkan Sejarah?

Beredarnya video tersebut sontak menjadi perbincangan di dunia maya. Banyak pihak menyayangkan pernyataan Anies yang dianggap ‘membelokkan’ sejarah tersebut. PinterPolitik.com To know nothing about what happened...

Sila Pertama Pancasila, Riwayatmu Kini

“Masyarakat keadilan sosial bukan saja meminta distribusi yang adil, tetapi juga adanya produksi yang secukupnya.” ~ Bung Karno PinterPolitik.com Weleh-weleh. Sila-sila Pancasila semakin hari semakin jauh...

Menguak Megawati dan Ancaman Golput

Kemarahan Megawati Soekarnoputri terhadap para pemilih golput menunjukkan adanya female leadership paradox. Idealnya, dalam hal kepemimpinan, perempuan dapat menjadi “penenang” di balik panasnya suhu...

Rezim Jokowi, Fusi Orla-Orba?

Gelagat berbagai kebijakan dan manuver pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini tak sedikit ditafsirkan oleh publik serupa dengan karakteristik politik...

Korupsi: Salah Aktor Atau Parpol?

Korupsi itu bisa terjadi karena kuatnya relasi antara politisi dan pebisnis untuk ‘berbagi’ sumberdaya negara –John Girling PinterPolitik.com Untuk kesekian kalinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...