HomeCelotehRakyat Sipil Bisa Bergerak?

Rakyat Sipil Bisa Bergerak?

Kecil Besar

Walau koalisi masyarakat sipil berniat untuk menggugat pasal-pasal terkait imunitas dan antikritik UU MD3, apakah ini saatnya masyarakat bergerak?


PinterPolitik.com

“Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa membeda-bedakan.” ~ Gus Dur

[dropcap]K[/dropcap]etika masyarakat memilih wakilnya dan ternyata wakil yang diberi amanat malah bersikap sok kuasa, apakah rakyat tidak bisa menggugat? Ketika sebuah lembaga peradilan yang menjadi tempat mencari keadilan, dikuasai oleh seorang yang cacat secara etis, kemana lagi warga negara akan berkeluh kesah?

Apakah sudah tak ada lagi pejabat negara yang bisa dipercaya? Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang baru disahkan oleh para wakil rakyat, ternyata hanya menjadi kedok bagi mereka untuk mengangkangi kemerdekaan berdemokrasi. Kini para anggota parlemen yang di Pemilu lalu mengemis-ngemis minta suara, kini bergaya layaknya raja dari segala raja di Senayan sana.

Lembaga legislatif yang selama ini jadi sarang tikus, tiba-tiba berubah menjadi sebuah kerajaan tikus yang tidak diperkenankan bagi siapapun untuk menggugatnya secara hukum. Bahkan oleh KPK, komisi anti rasuah yang selama ini paling ditakuti oleh para tikus berdasi tersebut. Mau cyduk, harus izin presiden dulu. Huh!

Kini para penghuni Senayan itu, bisa bersenang-senang dengan semua uang proyek negara tanpa harus ketakutan ditangkap KPK. Mereka juga bisa ngorok sepuasnya dan menonton film biru di saat sidang, tanpa takut direkam, difoto, dan dikritik oleh media dan masyarakat luas. Karena siapapun yang melakukannya, akan langsung di cyduk.

Sebagai warga yang berpikiran normal, tentu Koalisi Masyarakat Sipil merasa resah dengan keadaan ini. Bagaimana jadinya kalau masyarakat malah dikangkangi oleh perwakilannya sendiri? Mau jadi apa negara ini? Negara para tikus, dengan kekuasaan penuh ada di Senayan? Aah sungguh mengerikan!

Oleh karena itulah, Koalisi Masyarakat Sipil mengajak masyarakat untuk melakukan pembangkangan terhadap DPR. Apakah bisa? Lho, negara ini kan yang berkuasa bukan hanya DPR dan MK saja toh? Apakah kita hanya akan diam saja dikangkangi oleh orang yang seharusnya mengabdi masyarakat? Lalu bagaimana cara membangkangnya? Ya, bagaimana? Itulah yang belum ketahuan caranya. Hadeeuh! (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...