HomeCelotehPuisi ‘Seribu Makna’ Sukmawati

Puisi ‘Seribu Makna’ Sukmawati

“Kalau ada yang tersinggung dengan pusi ‘Ibu Indonesia’, ya nggak apa-apa. Saya memang warga negara Indonesia. Saya sangat bangga dengan keindonesiaan saya yang Bhinneka Tunggal Ika.” ~ Sukmawati Soekarnoputri.


PinterPolitik.com

[dropcap]J[/dropcap]angan bermain api kalau tidak ingin terbakar, begitulah kata-kata yang layak didengungkan pada sosok Sukmawati Soekarnoputri usai membacakan puisi ‘Ibu Indonesia’ miliknya yang dianggap telah menyakiti hati umat Muslim. Dalam sekejap, puisi itu memantik reaksi keras dari berbagai kalangan.

Gak tanggung-tanggung, reaksi keras berdatangan dari para Politisi, Pengamat Politik, Akademisi Sastrawan, bahkan Warganet. Bola api yang telah dilemparkan Sukmawati kini kian menjadi besar dan liar tak terkendali. Apes-nya, bahkan kini Sukmawati resmi dipolisikan. Nah kan tercyduk.

Sukmawati dipolisikan karena ada diksi puisi tersebut yang dianggap menghina Islam. Seperti pada bait ‘Konde lebih cantik dari cadar’ dan ‘Suara Kidung lebih merdu dari alunan azan’. Aduh gimana sih Ibu Sukmawati ini, kok masih main-main sama yang sensitif gini. Warbyasah emang dah.

Sekarang jadi bulan-bulanan kan! Hadeuh, aya aya wae ah. Tapi sebenarnya diksi tersebut gak serta merta mendeskreditkan umat Islam loh. Karena dalam interpretasi sebuah puisi, akan muncul beragam pemahaman tergantung pengalaman ‘puitik’ si pendengarnya. Maca cih gitu, suwer mi apa?

Kalau kata Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing, penilaian isi sebuah puisi tergantung kerangka referensi dan pengalaman yang digunakan. Serta posisi sosial atau politik dari setiap orang, terkait dengan pemaknaan simbol dan kalimat yang merangkai puisi tersebut. Oalah gitu toh, gimana ngerti ora?

Nah apes-nya nih ya, berhubung sekarang lagi tahun politik, hal-hal yang sensitif seperti ini akan dengan mudah dipolitisir. Jadi gak usah heran kalau banyak partai politik kemudian muncul berlomba-lomba menyudutkan Sukmawati, bak pahlawan pembela Islam. Aji mumpung lah ya, kapan lagi kan bisa keliatan keren.

Baca juga :  Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

Dengan terus menekankan adanya unsur penistaan agama dalam puisi ‘Ibu Indonesia’, partai politik berlomba-lomba mencari panggung untuk mengenyuhkan hati umat Islam Indonesia. Ya beginilah politik Indonesia, ada yang kepleset sedikit, goreng terus kasusnya sampai matang, buahahaha.

- Advertisement -

Mungkin bagi mereka, syukur-syukur kalau hasil minyak gorengnya bisa terpercik sampai ke level atas dan nyerempet ke keluarga Soekarno. Terus menjalar ke Megawati. Kemudian mengarah ke PDI-P. Dan ujung-ujungnya menstigma Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang anti Islam. Kan asem bener itu, hahaha. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...