HomeCelotehPSI Nangis Dipolisikan Bawaslu

PSI Nangis Dipolisikan Bawaslu

“Ada 12 Parpol yang diduga ikut melanggar aturan kampanye. (Tetapi kenapa hanya kami yang dipolisikan Bawaslu). Apa karena kami partai baru yang tak punya kekuatan politik apapun di parlemen? Kami merasa dizalimi.” ~ Sekjen PSI, Raja Juli Antoni.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]olitik itu adalah dunia yang unik. Kalau kita selaras dengan arus, maka akan terasa menyejukkan. Lain hal kalau mencoba melawan arus. Yang ada tubuh ini akan tercabik-cabik tak tersisa. Begitulah perandaian kondisi politik Indonesia dewasa ini. Ya seperti yang dirasakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sering melakukan konfrontasi dengan berbagai pihak.

Sebagai Partai baru, PSI memang kerap kali dihujani berbagai cobaan bertubi-tubi. Yang terbaru, partai ini dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Bareskrim Polri. PSI dilaporkan terkait dugaan iklan kampanye di luar jadwal yang sudah ditentukan. Waduh, itu mah udah ketangkep basah ya. Kician deh lo!

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni memang gak sepenuhnya menampik mengenai dugaan itu. Tapi dia lebih menekankan ketidakadilan yang dialami PSI atas pelanggaran ini. Pasalnya, berdasarkan laporan Election Watch, ada 12 Partai Politik yang diduga melakukan pelanggaran kampanye atas iklan di berbagai media.

Tapi sialnya, ya hanya PSI yang dilaporkan Bawaslu. Itu mah namanya amsyong, hahaha. PSI sebagai partai bau kencur di perpolitikan Indonesia, jadi masih lugu ya gak tau cara ngelesnya. Ya udah deh, begini kejadiannya.

Politik itu kejam masbro. Seseorang akan menjadi teman hanya gegara seberapa besar hal yang bisa didapat dari diri kita. Kalau gak ada satupun, sayonara bye bye deh, teman pun bisa menjadi lawan. Terus mau apa PSI sekarang coba? Nangis ampe mewek juga gak guna. Udah gih baikan sana sama Bawaslu!

Baca juga :  Jokowi di-PHP Putin?

Makanya, jadi partai baru itu jangan ngocol deh. Ikuti gaya permainan partai senior yang lain. Jangan baru lahir udah ngajakin preman, berantem. Emang ada sejarahnya, dede baby menang lawan preman pasar? Ya kali deh bisa menang. Ngimpi kali ye! Kalau gegara laporan ini, PSI jadi gak maksimal di Pemilu gimana? Kalau kata Cak Lontong sih, “Mikir!” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...