HomeCelotehPresidential Threshold Bikin Keki

Presidential Threshold Bikin Keki

Kecil Besar

“Kalau dalam pemilihan hanya ada satu pemilihan calon itu bukan pemilihan. Jadi pengaturan Presidential Treshold 20 persen berpotensi sangat bertentangan dengan konstitusi kita,” ~ Mantan pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ejak ditandatangani pada bulan Agustus 2017, ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) terus menuai  banyak perdebatan di kalangan partai-partai. Bahkan polemik ini juga ikut menyedot pemikiran para praktisi dan akademisi. Sebanyak 12 praktisi dan akademisi tersebut melakukan gugatan PT ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 13 Juni lalu.

Sejauh ini sih pihak yang menggugat gak ada yang dari unsur politik, mmm, jadi gugatan ini rasanya belum keliatan ada titipan dari partai yang merasa keberatan. Belum ya, bukannya gak loh. Gimanapun juga, tetep ada partai di luar sana yang keberatan dengan mekanisme PT ini.

Faktanya memang PT mensyaratkan partai/gabungan partai bisa mengajukan capres-cawapres dengan terlebih dahulu mengantongi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional sah dari Pemilu 2014. Hal ini yang sekiranya dianggap akan mempersulit untuk bisa maju pada Pilpres 2019 mendatang. Mmm.

Ah, palingan pihak-pihak yang merasa keberatan dengan PT ini hanya mereka yang lagi kelabakan dengan nasib koalisinya yang gak kunjung solid. Ayo siapa mereka itu? Kalau kata Gerindra sih, ini akal-akalannya kubu biru yang gak dapet teman koalisi. Eh tapi, Gerindra juga belum kompak tuh koalisinya! Hayo, jadi yang mana nih? Apa jangan-jangan dua-duanya sama-sama ngarep?

Kalau para penggugat ini dibilang gak memiliki afiliasi dengan partai politik tertentu ya naif juga. Tapi ya sudah lah. Sepertinya hanya tuhan dan rumput bergoyang yang tau jawabnya. Hari gini kok naif. Politik itu memang membahas mengenai kepentingan. Kepentingan siapa yang dibela? Ya meneketehe eike.

Baca juga :  Negara yang Belajar Berbicara Lewat Diam

Lagian nih ya, PT itu merupakan produk hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Jadi kalau sekarang ada partai yang mengeluhkan PT ini, terus ngapain aja fraksi partai itu di DPR kemarin-kemarin?

Menurut eike para penggugat ini juga kayak pahlawan kesiangan. Kenapa gak sedari awal menyuarakan keberatannya. Jangan pas udah diketok palu dan disahkan, eh sekarang baru ngeluh. Ababil banget kayak anak zaman now! Toh dalam perfektif tertentu PT ini terlihat lebih demokratis loh ketimbang gak ada.

PT ini memang mau gak mau jauh lebih banyak menguntungkan presiden petahana. Pasalnya, ia akan berpotensi didukung oleh banyak partai politik. Eike jamin, kalau nanti Pilpres 2019 koalisi oposisi yang menang, PT ini akan dipertahankan. Ya iya lah, toh emang menguntungkan. Jadi yang mana? Ya sama aja! Seperti yang dikatakan filsuf Niccolo Machiavelli (1469-1527): “The new ruler must determine all the injuries that he will need to inflict. He must inflict them once and for all.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...