HomeCelotehPrabowo (Makin) Hilang Pamor

Prabowo (Makin) Hilang Pamor

Kecil Besar

Berdasarkan survei IndoBarometer, sejak 2014 ternyata elektabilitas Prabowo semakin jauh menurun. Waduh, Prabowo semakin kehilangan pamor?


PinterPolitik.com

“Hal yang paling bermakna dari ambisi hanyalah bayangan dari mimpi.” ~ William Shakespeare

[dropcap]B[/dropcap]erita akan elektabilitas Jokowi yang masih tinggi dari Prabowo Subianto, sepertinya berita basi. Namun penggemar fanatik Ketua Umum Gerindra tak perlu bersedih, karena dari hasil survei dari 502 Alumni Universitas Indonesia (UI), 48,8 persennya menyatakan kalau mereka kecewa dengan kinerja Jokowi.

Jadi wajar dong ya, Fadli Zon yang notabene alumnus dan dosen di UI misuh-misuh dengan kinerja pemerintah. Pokoknya, bagi Wakil Ketua DPR ini, semua yang “berbau” Jokowi itu buruk dan enggak bener deh. Nah, hasil survei di Ikatan Alumni UI (Iluni) ini seakan memvalidasi semua ocehan Fadli tersebut.

Bagi Wakil Ketua Umum Gerindra ini, platform Jokowi dan Prabowo pokoknya jauh banget. Jadi Fadli ga rela kalo Prabowo disanding-sandingin dengan Jokowi. Soalnya, menurut dia, Jokowi lebih terbuka dengan asing. Sementara Prabowo itu konsep kepemimpinannya lebih mengutamakan rakyat, kesejahteraan buruh, petani, dan nelayan. Hmmm, kok konsepnya mirip dengan ajaran sosialis gitu ya? Hmmm, masa sih.

Tapi eh tapi, ketika ditanya siapa yang paling pantas jadi presiden di 2019, nama Prabowo hanya bertengger di peringkat ketiga dengan 6,02 persen. Hah? Terus yang ada di nomor satunya siapa dong? Anehnya, Jokowi dengan 33,98 persen. Nama Prabowo aja, kalah jauh sama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dapat suara 33,25 persen.

Baca juga :  Lapar yang Tidak Ikut Libur

Lho, katanya kecewa sama Jokowi tapi kok masih dipilih aja? Bukankah itu aneh? Pasti ada yang enggak beres nih. Jangan-jangan, Fadli yang bikin survei lagi nih, jadi Jokowi deh yang menang. Makanya bikin surveinya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI aja, biar Prabowo menang. Kan Jokowi udah disemprit tuh sama mereka. Hmmm.

Denger-denger, hasil survei Iluni ini masih bisa dipertanyakan kredibilitasnya. Namun kalau dilihat dari survei IndoBarometer terbaru, ternyata elektabilitas Jokowi memang lumayan merosot sekitar 5 persen sejak Pilpres 2014 lalu. Gimana dengan Prabowo? Ini yang bikin kaget, karena merosotnya hingga lebih dari 20 persen. Weeh, gawat dong!

Tenang saja, bisa jadi karena Prabowo kelamaan “tidur” dari panggung politik, itu menurut Fadli sih. Selain itu, Fadli juga menyalahkan masyarakat yang takut kalau Prabowo maju jadi calon presiden di 2019 nanti, Jokowi bakal kalah. Eh? Tunggu, aduh, sebenarnya maksud Fadli apa ya? Masyarakat enggak pilih Prabowo karena takut Jokowi kalah? Hmmm, kalimatnya ada yang salah ga ya? (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...