HomeCelotehPKS, Si Teman Balik Kanan?

PKS, Si Teman Balik Kanan?

Kecil Besar

“Di tahun politik ini, sepertinya muncul sebuah fenomena baru, yaitu teman-teman yang mula-mula nampak lurus, nampak tawaduk, nampak istikamah, tiba-tiba agak berbalik kanan dan mengagetkan.” ~ Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]olitik kini memang bukan barang pembahasan yang esklusif milik orang-orang di Senayan sana aja. Masyarakat kecil pun kini sudah terbiasa membahas politik sesuka mereka. Bisa di warung kopi atau bahkan saat sedang belanja kebutuhan memasak di pasar. Tapi terkadang gak semua komunikasi politik bisa dicerna dengan mudah oleh khalayak kebanyakan.

Seperti perkataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang menyebut ada fenomena baru di tahun politik, yakni sejumlah teman yang balik kanan. Uniknya, Amien seakan memberi teka-teki pada publik, siapa sosok yang dimaksud. Dan cukup bikin keki juga sih buat menebak siapa yang dimaksud itu.

Namanya juga komunikasi politik tingkat dewa, kalau mudah diinterpretasi, ya bukan Amien Rais dung namanya. Tapi eike jadi ikutan kepoan nih sama pernyataan Amien ini. Celotehan Mbah Amien emang kelas kakap semua deh. Pake istilah tingkat dewa, hahaha. Ya merakyat dikit gitu kek istilah yang digunain.

Dugaan awal sosok yang dimaksud Amien ini mengarah pada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. Tapi belakangan sih si Ngabalin sendiri udah menampik kalau bukan dia sosok yang dimaksud Amien itu. Toh Amien sendiri menggunakan kata “teman-teman” yang artinya jamak.

Mmm, jadi bukan sosok tunggal dung ya yang dimaksud. Curiganya kata “teman-teman” ini merujuk pada sebuah kelompok. Kek tau nih eike arah perkataan Amien. Jangan-jangan yang dimaksud “teman balik kanan” ini adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ternyata oh ternyata mereka toh. Maca ci, mi apa coba?

Tapi bisa jadi loh. Buktinya masa sekaliber PKS yang notabene bagian dari Sekretariat Bersama (Sekber) gak diajak tuh sama Amien dan Prabowo Subianto untuk menemui Rizieq Shihab saat “umrah politik” beberapa waktu lalu. Kan rasanya aneh aja ya. Apa mereka udah pecah kongsi ya? Hadeuh, aya aya wae.

Emang sih ada indikasi PKS membelot berkubu ke partai lain. Lagian bersama Gerindra, PKS juga gak ada jaminan bisa mendapatkan posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres). Jadi ngapain juga mereka berlama-lama. Mending cari peluang yang lebih besar di tempat lain. Siapa tau nanti lebih hoki peruntungannya. (K16)

Baca juga :  MBG dan Runtuhnya 'Republik Tepung'
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...