HomeCelotehPKS Bete Liat Spanduk Tol Jokowi

PKS Bete Liat Spanduk Tol Jokowi

Kecil Besar

 “Itu bukan tol Pak Jokowi, itu tolnya rakyat. Jadi nggak apa (pendukung #2019GantiPresiden) masuk tol, kan kita bayar. Jalan tol kan bebas untuk siapa saja. masuk tol boleh. Mau klakson juga boleh. Toh itu himbauan.” ~ Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]da-ada aja ya, hiruk-pikuk politik menjelang mudik lebaran tahun ini. Setelah sebelumnya heboh ajakan klakson tiga kali bagi pemudik pendukung #2019GantiPresiden, kini muncul spanduk bertuliskan ‘Jalan Tol Pak Jokowi’. Hadeuh, aya aya wae ah mereka ini. Udah kayak bocah aja ya cara kampanye kedua kubu pendukung tersebut.

Padahal tradisi mudik bagi masyarakat Indonesia udah jadi bagian dari khasanah budaya lokal yang gak bisa terpisahkan dengan unsur silaturahmi dengan handai tolan di kampung halaman. Tapi gegara  propaganda politik praktis seperti ini, esensi kekhusyukan mudik menjadi terdistorsi. Malah bikin riweuh.

Munculnya sejumlah spanduk di beberapa titik lokasi perjalanan mudik ini memang sebagai bentuk reaksi terhadap ajakan klakson tiga kali bagi pemudik pendukung #2019GantiPresiden. Spanduk ini kayaknya sih difungsikan sebagai autokritik bagi para pemudik yang suka pencet klakson tiga kali itu. Jiah, cape deh.

Jadi munculnya spanduk ini memang gak ujuk-ujuk gitu keles. Meski gitu, kemunculan spanduk tersebut justru jadi amunisi sejumlah elite politik oposisi untuk menyerang sosok Presiden Jokowi. Loh, emangnya yang buat spanduk ini Jokowi? Kok nyinyirnya ke dia sih! Emang deh, apa-apa harus salah Jokowi. Kician.

Ya seperti nyinyiran Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. Sebagai bagian dari oposisi jelas aja kalau keberadaan spanduk ini dijadikan Mardani sebagai alat nyinyir ke Jokowi. Mardani malah salfok pada pemahaman sempit text dalam spanduk yang dinilai Jokowi mengklaim pembangunan tol secara pribadi.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Spanduk itu kan persepsi masyarakat terhadap kesuksesan pembangunan infrastruktur yang ada sekarang. Jadi rasanya lumrah kalau ada yang mengapresiasikan ini sebagai autokritik terhadap ajakan klakson tiga kali bagi pemudik pendukung #2019GantiPresiden. Dikritik balik kok kebakaran jenggot sih?

Jadi spanduk itu bukan muncul sebagai klaim kredit kerja sepihak atuh. Jadi hanya reaksi terhadap aksi sesama pendukung. Jokowinya mah adem ayem woles aja. Masa pihak oposisi mau menang sendiri. Tuh, buktinya mereka banyak bikin hastag, kaos, lagu, video klip. Giliran pihak lain bikin spanduk, eh panik disco. Palingan nanti pemudik pendukung #2019GantiPresiden pada kincup malu gak jadi mencet klakson tiga kali pas mudik lewat jalan tol. Hahaha. (K16)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...