HomeCelotehPKL Tanah Abang Ogah ‘Mobile’

PKL Tanah Abang Ogah ‘Mobile’

Kecil Besar

“Saya ingin memperkenalkan pada pedagang, PKL Mobile. Kita akan coba tata selama bulan Ramadan. Karena jelang Ramadan malah Tanah Abang menjadi pusat kegiatan ekonomi kita,” ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enata Jakarta agar lebih baik lagi memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wakil Gubernur, Sandiaga Uno. Salah satu permasalahan khas yang terus mewarnai Jakarta adalah riuhnya Pedagang Kaki Lima (PKL). Dan menjelang Asian Games, PKL diharapkan dapat tertata rapi. Sebagai upaya awal menata para pedagang, Sandi akan mengajak PKL Tanah Abang untuk berjualan dengan sistem ‘mobile’.

Kata Bang Sandi, PKL mobile itu memungkinkan para pedagang agar berjualan dengan cara sistem berpindah tempat. Dengan sistem yang dinamis ini diharapkan akan terjadi sharing ekonomi dengan berbagi lapak. Sehingga akan tumbuh lapangan pekerjaan baru di Tanah Abang. Boleh juga nih idenya.

Niatnya Sandi sih nanti PKL Tanah Abang akan seperti karavan yang bisa bergeser dan tidak menetap disatu lokasi saja. Jadi di lokasi yang sama, kita bisa jadi akan bertemu dengan penjual pakaian muslim yang syar’i. Namun di minggu berikutnya akan berganti dengan penjual pakaian K-Pop yang serba mini.

Meski idenya terkesan bagus, tapi nyatanya para PKL Tanah Abang malah melakukan penolakan tuh terhadap ide Sandiaga ini. Waduh, gak bersambut gayung ternyata ya. Karena menurut pedagang, sistem itu justru akan mempersulit para PKL akibat kehilangan potensi pelanggan tetap saat berpindah lokasi.

Ini gak Gubernur, gak Wakilnya, kok idenya pada aneh ya untuk menata Tanah Abang. Dahulu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencoba menghilangkan kemacetan Tanah Abang dengan menutup salah satu ruas jalan yang ada dan menggantikannya sebagai area berjualan bagi para PKL.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Eh, sekarang Wakil Gubernurnya mencoba ide absurd untuk menata PKL Tanah Abang dengan sistem ‘mobile’. Emangnya ide ini sudah didiskusikan dengan pakar tata kota dan stakeholder yang ada? Kalau belum, ya jangan diputuskan sendiri atuh. Yang ada nanti Tanah Abang malah tambah berantakan. Wew. (K16)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...