HomeCelotehPentingnya Prabowo di Mata Sri Mulyani

Pentingnya Prabowo di Mata Sri Mulyani

“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa,” – Ebiet G. Ade, Titip Rindu Buat Ayah


PinterPolitik.com

Jadi menteri memang pekerjaan yang sama sekali gak mudah. Banyak orang pasti berbondong-bondong ke pembantu presiden itu untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini berlaku juga untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengaku kalau dirinya sering didatangi banyak orang. Nah, masalahnya banyak orang yang datang ke Bu Sri ini untuk meminta uang. Waduh, kayak anak yang meminta uang jajan ke orang tuanya aja ya.

Bu Sri sering mendengar tuh alasan para pejabat yang minta uang kalau program atau kebijakan mereka itu penting. Dihadapkan kondisi tersebut, Bu Menkeu ini bilang kalau sebenarnya dia mengerti bahwa semua anggaran yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat adalah hal yang penting.

Meski begitu, tetep aja Bu Sri ini bakal bosan juga kalau dimintai uang terus-menerus. Sampai-sampai Bu Sri ini merasa mungkin Menkeu ini harus berdiam diri di kamar aja. Wah, sabar ya Bu.

Nah, ngomong-ngomong soal penting, ada banyak hal yang disebutkan oleh Bu Sri Mulyani sebagai sesuatu yang penting. Di antara hal-hal tersebut, terselip nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang disebut penting banget oleh Bu Sri Mulyani. Wow!

Pernyataan ini sebenarnya jadi mengagetkan kalau mengingat interaksi mereka berbulan-bulan sebelum dilantik bersama jadi pengisi kabinet Pak Jokowi. Dulu, Bu Sri Mulyani dan Pak Prabowo ini kan terlibat aksi saling sindir di media semasa Pilpres 2019.

Pak Prabowo ini kan sempat menyindir Bu Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang pada pesta demokrasi tersebut. Disebut sebagai pencetak utang, sang Menkeu membuat balasan cukup panjang di akun Instagram-nya.

Baca juga :  Elon Musk Sangat Berbahaya?
- Advertisement -

Di dalam kiriman itu, Bu Sri Mulyani menyebutkan beberapa capaiannya seperti pembangunan jalan, pemberian subsidi, beasiswa, listrik, dan lain sebagainya. Pokoknya Bu Sri Mulyani waktu itu seperti berusaha menjawab betul-betul tudingan pencetak utang itu.

Nah, makanya kalau sekarang Bu Sri Mulyani bilang Pak Prabowo penting banget, jadi sesuatu yang unik. Gak kebayang kalau pernyataan itu bisa terlontar kalau melihat aksi saling sindir keduanya di Pilpres lalu.

Kita tunggu aja nih relasi keduanya di kabinet nanti seperti apa. Semoga tetap saling menanggap penting ya. Jangan sampai terlibat aksi saling sindir lagi, masa udah satu kabinet masih saling sindir. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...