HomeCelotehPDIP Kehilangan Makna Perjuangan!

PDIP Kehilangan Makna Perjuangan!

Kecil Besar

Apa bedanya Marhaen dan Proletar? Saya waktu itu dengan begitu lantang menjawab: Kalau Marhaen punya alat produksi, kalau proletar tidak.” ~ Rudi Hartono 


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]ata Managing Director Cyrus Network, menunjukkan bahwa PDIP adalah partai terkorup nomor dua di Indonesia setelah Golkar dan diikuti oleh Partai Demokrat. Menurut kalian apakah tepat bila PDIP memberikan pendidikan sejarah kepada kadernya yang ingin menjadi anggota legislatif?

Jangan terlalu pusing memikirkan jawaban atas pertanyaan di atas gengs, apalagi sampai memberikan komentar yang berlebihan. Cukup kalian bilang iya atau tidak aja gengs. Soalnya kan pertanyaannya “tepat atau tidak”, belum disertai dengan pertanyaan: “Alasanya apa kalian bilang… ?” Ehehehe.

Nah, kabarnya salah satu partai terkorup ini, kata Cyrus Network loh ya, lagi kehadiran banyak caleg dari kalangan artis nih gengs. Makanya mereka yang kerap kali dijadikan role model bagi masyarakat ini diajak Wakil Sekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah, mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional.

Para pekerja seni tersebut mendapatkan materi sejarah mengenai kebangkitan nasional yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional masa penjajahan saat itu. Weleh-weleh, keren sih, tapi kok mau nangis ya lihatnya. Wkwkw, untung aja kader PDIP yang mau jadi calon legislatif enggak dikasih tahu soal sejarah korupsi partainya. Uppss.

Mungkin bila caleg artis itu diberi materi mengenai sejarah pengkhianatan kader PDIP yang terjerat kasus korupsi bakal lebih bagus lagi tuh gengs. Sepakat nggak? Dibanding dikasih materi sejarah perjuangan negeri, emangnya anak Paud atau anak SD yang dikasih materi gituan? Kan biar caleg-caleg itu nggak tergoda, bagus kan buat rakyat?

Intinya, alasan Basara ajak artis, pekerja seni dan budayawan ke museum dan memberi pendidikan sejarah bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai pembentuk mindset serta membentuk perilaku.

Baca juga :  Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Basarah berharap melalui kegiatan pengenalan museum ini para caleg artis bisa membantu menyampaikan kepada masyarakat bagaimana perjuangan panjang para tokoh pergerakan nasional membebaskan rakyat Indonesia dari keterjajahan.

Menurutnya, para tokoh perjuangan telah membangun narasi perjuangan mereka dengan persatuan nasional sebagai kata kunci. Narasi itu dibangun karena penjajah saat itu mengedepankan politik pecah belah kepada anak bangsa.

Udah jelas kan gengs maksudnya mereka itu apa? Bukan berarti mereka kurang bersolek di depan kaca ya yang menjurus pada kata-kata: “Penjajah kok ngomong penjajah!” Maksud mereka mungkin artis sedang diminta berakting di DPR, biar rakyat enggak minta bubarin DPR yang semakin hari semakin dibenci sama rakyat! Share on XTul apa betul? (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...