HomeCelotehNama Soeharto Masih Laku?

Nama Soeharto Masih Laku?

Kecil Besar

“Kalau masih menggunakan logika (membandingkan nama besar Soeharto), menurut saya partai ini akan gagal. Saya yakin, partai ini tidak akan lolos parlementary treshold.” ~ Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ebelum ini, saat pengukuhannya sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto sesumbar akan memperoleh 80 kursi DPR dalam Pemilu 2019 mendatang. Wuiiiih mungkin gak ya? Secara kan partainya masih unyu kinyis-kinyis.

Dibanding dengan partai lain yang sudah malang melintang di dunia persilatan politik nasional, apalah Partai Berkarya ini. Partai Berkarya emang sih kayak sempalan Partai Golkar. Lah wong lambang partainya aja mirip sebelas dua belas sama dengan Partai sesepuhnya itu. Logo Partai kok nyontek, ups.

Mengenai efektifitas mesin partai gimana? Ya jangan ditanya, belum teruji lah. Bisa jadi Tommy ini dalam membesarkan Partai Berkarya cuma modal menggadang-gadang sosok bapaknya itu. Itu tuh, Presiden ke-2 kita, Soeharto (Pak Harto). Kayak Megawati (PDIP) ya yang sering ‘jual’ nama bapaknya hahaha.

Tampang sih boleh mirip, tapi Tommy belum tentu sekapabel Pak Harto dalam meraih citra politik. Coba kita tengok ke belakang sedikit. Dulu pemilihan ketua umum di rumah lamanya sendiri, Partai Golkar pada 2009 lalu, dia cuma dapet nol suara tuh. Waduh waduh, begitu kok pede bikin partai.

Kalau anaknya yang pakai embel-embel nama besar Soeharto aja gak laku di dalam partai yang pernah jadi kendaraan bapaknya sendiri, bagaimana bisa dia sesumbar dapat 80 kursi di DPR lewat partai yang didirikannya? Jauh panggang dari api nih kayaknya. Mungkin dia kurang berguru, jadi nasibnya beda.

Kita masyarakat umum memang sering salah persepsi mengenai Partai Berkarya dan Tommy. Mereka memandang nama besar ayahnya, Soeharto, demikian mudahnya berkorelasi dengan suara Partai Berkarya nantinya. Kalau masih pakai strategi yang sama, risikonya gak lolos parlementary treshold loh. Bisa nangis termehek-mehek nanti. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...