HomeCelotehMisteri Bambang Widjojanto dan MK

Misteri Bambang Widjojanto dan MK

Kecil Besar

Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa mebedakan latar belakang di muka undang-undang”. – Abdurrahman Wahid (Gus Dur)


Pinterpolitik.com

Kelihatannya memang persengketaan Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjadi babak baru dari kompetisi sebelumnya ya gengs. Soalnya, Bambang Widjojanto (BW) sebagai Ketua Tim Hukum pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno membuat ungkapan kontroversial yang membuat banyak pakar kepanasan cuy. Para pihak ini menganggap bahwa tidak seharusnya BW melakukan hal tersebut.

Pasalnya nih, belum juga mulai persidangan alias baru proses pendaftaran gugatan sengketa hasil Pilpres, eh BW sudah mengeluarkan kalimat yang jadi sumber pembicaraan. Hadeh.

Ceritanya begini cuy, Bambang mengungkapkan, “gugatan sengketa yang diajukan ini merupakan ujian tersendiri bagi MK, apakah pantas disebut sebagai mahkamah yang menorehkan legacy dan membangun peradaban kedaulatan di masa yang akan datang atau ternyata malah menjadi kaki tangan dari sikap rezim yang korup”. Kira-kira yang diungkapkan BW seperti itu gengs.

Bukannya Bambang Widjojanto ini sering memenangkan sengketa di MK ya, kok mengeluarkan pernyataan seperti ini sih? Apa doi juga sudah tau hasilnya gimana? Share on X

Nah, karena ungkapan BW yang kontroversial ini nih, tidak sedikit pihak yang angkat bicara cuy. Seperti Bayu Dwi Anggono sebagai Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Purkapsi). Dia menilai bahwa ungkapan BW ini telah sengaja mengancam MK dengan tujuan agar gugatan tersebut tidak ditolak. Doi menilai bahwa tidak seharusnya nih seorang pengacara melontarkan kalimat seperti itu.

Tidak hanya Bayu ya gengs, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi yaitu Maruar Siahaan juga menilai bahwa ungkapan BW ini berbahaya dan tendensius banget. Doi menilai bahwa BW saat ini sedang ingin membangun framing pada opini publik apabila MK nantinya menolak gugatan kubu Prabowo-Sandiaga, maka mereka sebenarnya bagian dari Pemilu yang curang. Terlebih narasi politik seperti ini emang selalu digemakan oleh kubu Prabowo-Sandiaga sebelum pencoblosan 17 April.

Baca juga :  Negara yang Belajar Berbicara Lewat Diam

Ngomong-ngomong nih, meski dua pakar ini sama-sama menyudutkan BW, tapi mereka mempunyai makna yang berbeda ya. Yang satu menilai mengancam, eh yang satu lagi menilai bahwa itu sebuah framing untuk mempengaruhi opini publik. Waduh, mana nih yang bener?

Kelihatannya emang cuma Pak Bambang ya, yang tau maksut dari ungkapannya itu. Biar lebih jelas sih mungkin bisa ditanyakan langsung ke doi. Biar nggak ada salah paham di antara kita, apa lagi paham yang salah. Hehehe.

Tapi yang aneh nih gengs, bukannya Bambang Widjojanto ini sering memenangkan sengketa di MK ya, kok mengeluarkan pernyataan seperti ini sih? Apa sebenarnya doi juga udah tau hasilnya nanti gimana? Wah, Bambang ini emang penuh misteri ya. Hehehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Menteri Cantik Jokowi, Siapa Dilirik?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan kubu politiknya sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencari menteri yang berusia muda dan cantik. Keinginan tersebut bisa saja berkaitan dengan...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

Capim KPK Seperti ‘Kucing Kurap’?

“Bukan masalah apakah kucing itu hitam atau putih, selama dia bisa menangkap tikus,” –  Deng Xiaoping PinterPolitik.com Kursi panas Pimpinan KPK masih diperebutkan, bahkan kini sudah...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...