HomeCelotehMenzalimi THR Jokowi

Menzalimi THR Jokowi

Kecil Besar

“Pemerintah tidak profesional terkait alokasi anggaran THR maupun anggaran pensiun maupun gaji ke-13. Harusnya kan jauh-jauh hari sudah disiapkan, sudah diumumkan berbulan-bulan sebelumnya.”Wakil Ketua Komisi II DPR F-Gerindra Ahmad Riza Patria


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]HR kapan masuknya ya? Udah tinggal seminggu lagi nih mau Lebaran.

Abdul belum belanja kebutuhan untuk hari raya. Kan galau jadinya, apalagi kalau menjelang hari H harga-harga pada naik semua. Kan repot.

Dul, Dul. Ngeluh aja kerjaan kau.

Ya iyalah, THR kan hak pekerja. Walaupun sejarahnya sih kalau nggak salah THR itu diperjuangkan PKI.

Lha, produk komunis dong?

Santai bro. Walaupun diusulkan PKI, tapi Soekiman Wirjosandjojo dari Masyumi yang merupakan partai Islam, adalah Perdana Menteri yang mencetuskan kebijakan itu. Jadinya ini produk gado-gado lah.

Soal THR ini emang lagi bikin ribut-ribut politik. Pemerintah memang telah menyebutkan 542 daerah sudah menganggarkan dana yang disebut gaji ke-14 itu untuk seluruh PNS.

Sebelumnya memang yang diributkan adalah tentang sumber dana THR untuk PNS daerah yang disebut-sebut berasal dari APBD. Namun, sempat ada keluhan dari beberapa kepala daerah, misalnya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.

Beberapa pihak menyebut kebijakan pembebanan THR ke APBD ini diumumkan dalam kurun waktu yang terlalu mepet. Hal ini yang disoroti oleh kubu oposisi, khususnya dari Partai Gerindra.

Menurut anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria, polemik THR ini menunjukkan pemerintah tidak professional. Menurut dia, harusnya, kebijakan soal THR ini telah digodok berbulan-bulan lalu, sehingga tidak menimbulkan polemik di akhir-akhir seperti ini.

Kedengaran nyinyir sih, tapi ada benarnya juga ya. Kalau Walikota sekelas Bu Risma sampai merasa keberatan, berarti memang ada yang salah dengan cara pemerintah mensosialisasikan kebijakan. Apalagi, jika melibatkan APBD, maka harus ada persetujuan dengan DPRD yang butuh rapat-rapat dan bla bla bla lainnya. Wah!

Hmm, Om Riza, gak takut nih ngritik? Ntar THR anggota DPR-nya gak diturunin sama pemerintah loh kalau dikritik mulu, hayoo.

Anggota DPR juga dapat THR loh. Ketua DPR misalnya dapat Rp 26,2 juta. Sementara anggota DPR biasa dapat Rp 16 juta.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Tapi, bukannya anggota DPR ini udah pada kaya-kaya semua ya? Gaji bulanannya aja udah besar loh. Kenapa dana THR-nya nggak dikasih aja buat masyarakat yang lebih membutuhkan. Atau ditabung buat bayar utang negara yang berjubel. Kan lebih berfaedah.

Kenapa anggota DPR-nya sendiri ga pada protes ya?

Lha, dapat duit, mana ada yang mau protes. Ga dapat duit, baru protes. Hahaha

Jadi, mungkin anggota DPR harus pada introspeksi diri ya. Ketimbang menzalimi Jokowi mulu soal THR PNS, lha mereka yang udah kaya-kaya, bagi-bagi Abdul lah THR-nya, Om. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.