HomeCelotehMa’ruf Amin dan Rezim Sertifikat

Ma’ruf Amin dan Rezim Sertifikat

Kecil Besar

“Bahkan mungkin juga kita akan menerapkan sertifikasi bebas korona, dan kita juga akan meneliti jejak perjalanan kemana saja dia dan dari mana saja”. – Ma’ruf Amin


PinterPolitik.com

Para pendukung Presiden Jokowi kerap menggembar-gemborkan program-program infrastruktur yang dilaksanakan sang presiden sebagai “warisan” atau “ciri utama” atau “pembeda” yang membuat Jokowi berbeda dibandingkan pendahulu-pendahulunya.

Iya sih, Pak Jokowi emang konsen banget bangun infrastruktur, mulai dari jalan tol, jembatan, pelabuhan, dan lain sebagainya. Ada yang berfungsi baik, ada yang belum maksimal. Ada yang berhasil, ada yang bermasalah.

Tuh, lihat aja proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung misalnya, sampai harus berhenti karena dianggap menyebabkan masalah lingkungan. Hmmm, kok jadi kelihatan negatif ya roman-romannya. Uppps.

Nah, selain infrastruktur, pemerintahan Presiden Jokowi juga sangat identik dengan program yang ujung-ujungnya menghasilkan sertifikat dan kartu. Yang terbaru nih, soal virus corona aja sampai mau dibikinkan sertifikat sehat segala loh.

Usulan ini disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Menurutnya, perlu ada kebijakan sertifikasi bagi WNA dan WNI dari luar negeri untuk menyatakan mereka bebas dari virus corona. Sertifikasi ini juga berfungsi untuk melacak perjalanan mereka, terutama jika pernah mengunjungi tempat-tempat dengan kasus virus corona yang signifikan.

Hmm, sertifikat bebas corona ini emang bikin tambah panjang sertifikat yang banyak dibuat di era kekuasaan Pak Jokowi. Coba tengok, udah ada sertifikat tanah yang dibagi-bagikan ke masyarakat. Lalu ada sertifikat layak kawin yang rencananya akan berlaku pada tahun 2020 ini.

Emang seberapa efektif sih program sertifikat ini? Coba lihat program sertifikat tanah yang justru dikritik nggak menyelesaikan masalah. Konsorsium Pembaruan Agraria misalnya, mencatat ada sekitar 410 kasus agraria pada 2018 yang melibatkan 87 ribu kepala keluarga sekalipun program bagi-bagi sertifikat tanah gratis begitu digalakkan di era Jokowi. Nah lo!

Sertifikat ini juga menjadi serangan yang kerap digunakan pada Pilpres 2019 lalu oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, utamanya dilakukan oleh politisi senior Amien Rais.

Hmm, jadi sertifikat bebas corona ini nggak ada gunanya gitu maksudnya kah?

Well, nggak juga sih. Cuma kadang aneh aja. Pemerintah sering bikin kebijakan yang justru oleh banyak pihak dinilai tidak menyelesaikan masalah.

Contohnya waktu muncul wacana melawan corona dengan bayar Rp 72 miliar untuk influencer. Kan aneh ya. Emang dengan influencer bikin video YouTube atau posting di Instagram virus-virus itu pada teriak-teriak ala neraka: “Mama, selamatkan aku! Mama, selamatkan aku!” Kan enggak gitu. Uppps.

Apa pun itu, yang jelas semoga program sertifikat ini benar-benar bisa membendung corona dan nggak jadi warisan yang selalu diidentikkan dengan gagalnya program pemerintahan Jokowi. Uppps. (S13)

View this post on Instagram

Angka kekerasan terhadap #perempuan terus meningkat setiap tahun, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Saat ini Indonesia bahkan telah ada dalam kondisi darurat kekerasan seksual menurut laporan dari #KomnasPerempuan. Nyatanya, ada persoalan ketidakseimbangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki di #Indonesia yang menjadi salah satu akar persoalan ini. Ini juga terjadi akibat budaya dominasi laki-laki yang sangat kuat. ⠀ ⠀ Temukan selengkapnya di Talk Show: “Dominasi dan Legacy Male Power terhadap Wanita Indonesia, Kenapa? Dari Mana? Masih Perlu?”⠀ ⠀ Tiket dapat dibeli di: http://bit.ly/TalkShowPinterPolitik ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #EventPinterPolitik #TalkShowPinterPolitik #komnasperempuan #rockygerung

A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on

► Ingin lihat video-video menarik? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.